Menu

Terseret Ombak, Bocah Ditemukan Tewas Berbusa

  Dibaca : 1012 kali
Terseret Ombak, Bocah Ditemukan Tewas Berbusa
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.
Tenggelam

ilustrasi

AGAM, METRO–Terseret ombak saat mandi-mandi di Pantai Gasan, Kabupaten Agam, Sabtu (17/10) sore, seorang bocah ditemukan tewas mengambang dengan mulut berbusa, Minggu (18/10) dinihari kemarin. Petugas sempat melakukan pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Namun, akhirnya tubuh bocah itu ditemukan tidak jauh dari tempat dia mandi semula.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, bocah yang diketahui bernama Rehan (8) itu merupakan warga Jorong Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam. Korban sempat tenggelam diseret ombak Pantai Gasan, Sabtu (17/10) sekitar pukul 16.00 WIB setelah mandi-mandi di pantai yang tak jauh dari tempat tinggalnya bersama sebelas orang temannya yang lain.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Yunaidi mengatakan, pencarian korban dilakukan sejak sore hingga malam hari. Laporan tentang hilangnya bocah malang tersebut baru diterima tim BPBD Agam sekitar pukul 17.00 WIB, sementara korban diketahui sudah tenggelam pada pukul 16.00 WIB.
”Mendapat laporan tersebut, tim BPBD, SAR, Polair, PMI dan masyarakat setempat ikut mencari dan menggunakan kapal cepat. Tim penyelam yang diturunkan juga langsung menuju lokasi kejadian untuk mencari keberadan korban,” katanya.

Dijelaskannya, setelah menelusuri sepanjang bibir pantai ke perairan laut, ternyata keberadaan korban ditemukan tak jauh dari tempat dia mandi-mandi. Korban langsung di evakuasi ke rumah orangtuanya. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tak bernyawa dengan mulut berbusa karena memang sudah lama di dasar perairan.

Disebutkannya dari laporan warga, kejadian ini berawal sekitar pukul 16.00 WIB dimana korban dan teman-temannya minta izin kepada orangtua mereka bermain ke pantai Gasan yang berada tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Namun, siang itu suasana pantai Gasan memang sangat sepi dan lengang.

Ada warga dan pengunjung yang datang ke sana, namun tak memperhatikan kondisi sekitar. Sementara, korban dan teman-temannya juga mandi terlalu jauh dengan pantai yang berbatasan dengan wilayah pantai Padang Pariaman tersebut. Sekitar pukul 17.00 WIB, teman-teman korban pun selesai mandi, tapi mereka tidak menemukan Rehan lagi.

Panik, bocah-bocah tersebut lantas melapor kepada warga kalau Rehan sudah terseret ombak dan hanyut. Sontak, warga pun berhamburan ke lokasi. Setelah dicoba mencari, tetap saja Rehan tidak ditemukan. Sejumlah warga pun sudah melakukan penelusuran di dekat pantai berharap tubuh ditemukan dan dalam kondisi hidup.

”Tapi, usaha mereka sepertinya tidak sia-sia. Warga kemudian menghubungi BPBD Agam dan Tim SAR. Tak lama berselang, tim gabungan datang kemudian langsung mencari korban bersama tim PMI, Polair dibantu warga setempat,” tandasnya Yunaidi.

Diceritakan Yunaidi, usai dievakuasi jenazah korban diserahkan kepada orangtua untuk dibawa ke rumah duka. Saat dievakuasi, rumah korban dibanjiri air mata dan kesedihan dari sanak keluarga serta warga setempat. Keluarga tak menyangka peristiwa nahas akan menimpa Rehan yang merupakan anak yang baik di mata kelurga dan teman sebayanya itu. (i)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional