Close

Tersebar di 17 Kecamatan, 140 Daya Tarik Wisata dan Enam Wisata Unggulan di Padangpariaman

FOTO BERSAMA—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur foto bersama usai kegiatan.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan sektor pariwisata me­ru­pakan bentuk pemberdayaan yang dapat me­ningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menuju Padangpariaman berjaya. “Sekarang Pem­kab  Pemerintah Kabupa­ten Padangpariaman yang diprakarsai Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepariwisa­taan. Rakor ini digelar da­lam upaya membangun komitmen bersama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur kemarin, usai acara pembukaan Rakor Kepariwisataan, kemarin.

Katanya, salah satu u­paya untuk membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah melalui sektor pariwisata, yakni melalui daya dukung sektor primer dan jasa berbasis pemberda­yaan masyarakat.

Kemudian dia me­ng­ung­kap, Kabupaten Padangpariaman memiliki 140 Daya Tarik Wisata (DTW) yang tersebar di 17 Kecamatan di seluruh Kabupa­ten Padangpariaman de­ngan 6 Daya Tarik Wisata Unggulan (DTWU). Salah satu DTWU Provinsi Su­matera Barat yang sudah mendunia yaitu Ekowisata Lubuk Nyarai.

Dalam pengembangan wisata tersebut katanya, konsep yang dinilai tepat untuk Kabupaten Padangpariaman adalah melalui Community Based Tourism (CBT), yaitu wisata berbasis masyarakat dimana pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masya­rakat dalam berbagai kepariwisataan. Salah satu­nya menurut Suhatri Bur dengan pembentukan Ke­lompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Saat ini kita memiliki 32 Pokdarwis yang sudah di SK-kan oleh wali nagari dan 12 desa wisata yang sudah di SK-kan oleh Bupati Pa­dang­pariaman,” terangnya.

Namun menurutnya, dalam pengembangan da­ya tarik wisata tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Melainkan dibutuhkan kolaborasi bersama lintas sektor dan pemangku kepentingan, baik itu OPD, pihak nagari, mau­pun masyarakat. “Mari ber­sama kita turun tangan dan saling bergandengan untuk mewujudkan desa wisata yang unggul di kabupaten kita ini, sehingga Padangpariaman berjaya melalui sektor wisata itu dapat terwujud,” ujarnya.

Hal senada juga telah disampaikan Kabag Kesra Azwarman, dalam laporanya dia menyampaikan, pengembangan destinasi wisata adalah tanggungjawab daerah bukan ha­nya menjadi beban satu instansi. Makanya, melalui rakor ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan sa­ling bersinergi dalam memajukan pariwisata di Ka­bupaten Padangpariaman.

“Diminta dalam rakor nanti terbangun komitmen untuk bersama-sama mem­bangun Padangpariaman melalui sektor wisatanya,” harapnya.

Rakor yang merupakan kolaborasi bersama antara Bagian Kesejahteraan Rak­yat (Kesra) dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olah­raga ini dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama pemangku kepentingan dalam pembe­nahan objek wisata di Ka­bupaten Padangpariaman.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Doni Hendra dengan materi Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan daya tarik wisata unggulan (DTWU) kab/kota yang berdaya saing. Materi ke­dua dari Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Padangpariaman M Fadhly yang memaparkan berbagai potensi wisata di Kabupaten Padangpariaman.

Acara ini turut dihadiri oleh Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Alung, Tenaga Ahli Pemberda­yaan Masyarakat Desa Kabupaten Padangpariaman dan Wali Nagari se Kabupaten Padang­pa­ria­man. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top