Menu

Tersangka Kasus ITE Dilimpahkan ke Jaksa, Kasi Pidum: Tersangka Tidak Ditahan

  Dibaca : 245 kali
Tersangka Kasus ITE Dilimpahkan ke Jaksa, Kasi Pidum: Tersangka Tidak Ditahan
Tersangka Kasus ITE Dilimpahkan ke Jaksa, Kasi Pidum: Tersangka Tidak Ditahan

PADANG, METRO
Penyidik Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menyerahkan tersangka pencemaran nama baik melalui media sosial, Zainul Rahim Zein ke Kejari Padang, Senin (2/3). Penyerahan pria yang akrab disapa Aim Zein dan barang bukti (BB) itu, setelah berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap beberapa waktu lalu.

Pemilik salah satu radio di Padang tersebut terlihat sudah hadir di Kejari Padang sekitar pukul 09.30 WIB, dan kemudian masuk ke ruangan jaksa penuntut umum. Setelah sempat diperiksa, ia pun keluar dari kantor kejaksaan sekitar pukul 11.45 WIB.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kajari Padang, Yarnes membenarkan bahwa ada tahap II perkara tersangka UU ITE atas nama Zainul Rahim Zein.”Benar, tadi penyidik Ditkrimsus Polda Sumbar menyerahkan berkas, dan telah dilakukan tahap II pekara tersangka UU ITE yang disangkakan penghinaan atau pencemaran melalui media sosial,” ujar Yarnes.

Yarnes menambahkan, tersangka Aim Zein tidak ditahan, namun perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan.”  Ya akan segera kami limpahkan untuk disidangkan, “ tukas Yarnes mengakhiri.

Sementara kuasa hukum Rudi Khelces yakni Nanda Achyar Rosadi mengapresiasi kinerja dari penegak hukum, baik dari kepolisian dan kejaksaan.
“Meskipun kasus ini sudah dari tahun 2018 kita melaporkannya tapi tetap berjalan. Dan sekarang telah dilimpahkan ke kejaksaan. Kami berharap hal ini menjadi contoh dan pelajaran bagi semua masyarakat agar cermat dalam menggunakan sosial media agar tidak terjadi kasus yang serupa,” kata Yarnes.

Sebelumnya, Aim Zein dilaporkan investor asal Australia, Rudi Khelces di Mapolda terkait dugaan muatan pencemaran nama baik di Group WhatsApp Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB) sesuai laporan dengan nomor LP/134/III/2018-Spkt-Sbr tanggal 21 Maret 2018.

Atas laporan polisi itu penyidik Ditreskrimsus  pun memeriksa sejumlah saksi dan bukti atas, yang dilanjutkan dengan gelar perkara hingga menetapkan terlapor sebagai tersangka Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Transaksi Elektronik jo Pasal 310 jo Pasal 311KUHPidana. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional