Close

Terpidana Penerima Suap dari Gembong Narkoba Bayar Denda, Kejari Padang Selamatkan Kerugian Negara Rp 50 Juta

KEMBALIKAN UANG— Kejari Padang mengembalikan kerugian negara Rp 50 Juta yang merupakan pembayaran denda perkara penyogokan gembong narkoba.

PADANG, METRO–Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 50 juta untuk pembayaran denda dari terpidana Aritsu Mughni Al Haadi dari hasil perkara penyogo­kan yang dilakukan gembong narkoba.

Pria berusia 26 tahun ini dijerat dengan hukuman 1 tahun 4 bulan atas kasus menerima uang sogokan dari bandar narkoba dalam perkara narkotika jenis sabu. Apabila pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Dugaan suap tersebut dalam perkara yang melibatkan gembong narkoba kelas kakap Yasin Yusuf, yang saat ini berstatus sebagai terpidana dengan dakwaan kasus pidana umum narkotika jenis sabu.

Aritsu Mughni dijerat pasal 11 UU Nomor 31 Ta­hun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Ta­hun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kajari Padang Ranu Subroto melalui Kasi Pidsus Therry Gutama kepada media Senin (22/11) mengatakan, pengemba­lian kerugian negara telah disetor Kejari Padang ke kas negara melalui Bank BNI.

“Kejari Padang senantiasa berupaya intens menegakkan supremasi hukum di Kota Padang dengan mengungkap kasus – kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dengan baik tanpa adanya kegaduhan,” ungkap Therry Gutama.

Tak hanya itu, Therry Gutama yang pernah menjabat Kasi Pidum Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, juga berkosentrasi untuk berupaya mengembalikan kerugian keuangan negara melalui para terpidana dengan cara persuasif.  Jika terpidana tidak ada iktikad baik dalam mengembalikan keuangan negara ucap Therry, maka aset yang dimiliki terpidana akan disita sebagai jaminan untuk membayar kerugian keuangan negara.

“Alhamdulillah terpidana punya iktikad baik untuk mengembalikan ke­uangan negara secara tunai kepada Kejari Padang. Tadi juga langsung di setor tunai oleh Kasubsi Penuntutan dan Eksaminasi Liranda Mar­dhatillah kepada Bank BNI untuk dimasukkan ke kas negara,” sebut pria yang juga pernah men­jabat Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

Lebih lanjut Therry me­ng­ungkapkan, hingga saat ini Kejari Padang telah berhasil mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 250 juta. Tak tertutup kemungkinan, pengembalian kerugian negara juga akan bertambah seiring dengan pengungkapan kasus lainnya.

“Kasus pengadaan ta­nah UIN Imam Bonjol Pa­dang telah berhasil kami kem­balikan keuangan ne­gara sebesar Rp 200 juta, ser­ta kasus Aritsu Mughni se­besar Rp 50 juta. Tak ka­mi pungkiri juga, akan ada penambahan,” pungkasnya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top