Menu

Teroris Bersenjata di Selandia Baru, Ayah dan Anak Asal Sumbar jadi Korban

  Dibaca : 316 kali
Teroris Bersenjata di Selandia Baru, Ayah dan Anak Asal Sumbar jadi Korban
TERORIS— Dua warga Sumbar turut menjadi korban aksi penembakan atau terorisme keji di dua masjid di Selandia Baru (SB), yakni Masjid Al-Noor, Christchurch dan Masjid Linwood Ave, Jumat (15/3).

PADANG, METRO – Aksi penembakan atau terorisme keji di dua masjid di Selandia Baru (SB), yakni Masjid Al-Noor, Christchurch dan Masjid Linwood Ave yang menewaskan 49 orang dan melukai puluhan lainnya. Dikabarkan, dari seluruh korban, dua orang berasal dari Sumbar yang berstatus ayah dan anak.

Hal ini dibenarkan kerabat korban yang berada di Kota Padang, Hendra. Ia mengatakan, kalau kedua korban Zulfirman Syah merupakan adik kandungnya. Ia mendapatkan informasi adanya musibah itu dari istri koban yang juga berada di sana.

“Adik saya dan anaknya Mohammad Rais menjadi korban. Saat ini adik saya dalam kondisi koma. Begitu juga keponakan saya yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Selandia Baru,” kata Hendra sembari menjelaskan kalau korban merupakan adik bungsunya dari enam bersaudara.

Hendra menjelaskan, sebelum menetap di SB, korban sempat berdomisili di Yogyakarta dan bekerja sebagai seniman. Kemudian pada Januari adiknya pindah ke SB bersama keluarganya untuk bekerja.

“Stay biasanya di Yogyakarta kemudian pindah ke sana (Selandia Baru) Januari kemarin. Jadi baru dua bulan disana untuk bekerja. Dia asli orang Minang. Saya mohon doanya agar adik dan keponakan saya segera sembuh,” ungkapnya.

Hendra, mengaku kaget dan terpukul dengan peristiwa yang menimpa adik bungsunya tersebut. Peristiwa itu ia dapat setelah dikabarkan oleh istri korban pada Jumat (15/3) pukul 13.00 WIB. Namun, kedua orang tuanya belum diberitahu.

“Kita belum memberikan informasi ini kepada orang tua, karena khawatir orang tua bisa drop dan terguncang mendengar kabar buruk tersebut. Orang tua di Padang,” kata Hendra.

Hendra meminta agar awak media menahan diri untuk jangan datang ke rumah orang tua korban.

“Kami meminta agar teman-teman tidak datang ke rumah. Kami minta doa agar adik kami dan anaknya melewati masa krisisnya,” kata dia.

Selain itu, istri Zulfirman juga sempat mengunggah catatan di akun Facebook-nya, Alta Marie. Dia bercerita jika suami dan anak keduanya menjadi korban penembakan. Mereka mengalami luka-luka.

Begini unggahan Alta Marie di akun Facebook-nya:

Suami saya Zulfirman Syah dan anak keduanya hidup, tapi terluka. Kedua tembakan dalam serangan hari ini di pusat islam linwood di christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan yang lalu).

Suami saya, jul, ditembak di beberapa tempat dan memiliki pembuangan di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihat dia sejak dia telah di operasi. Aku baru-baru ini bersatu dengan anak laki-laki saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan belakang. Dia trauma, tapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan pesan-pesan kekhawatiran anda.

Sumbar Berduka

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengucapkan duka dan berbelasungkawa kepada keluarga korban. Atas nama pribadi, masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengutuk keras aksi penembakan membabi buta di mesjid An Noer di dekat Hagley Park Kota Christchurch.

“Aksi brutal dan terkutuk ini mengakibatkan tewasnya 49 orang yang dilakukan oleh beberapa orang oknum yang di duga teroris. Menurut berita yang kita dengar bahwa ada dua orang warga indonesia berasal dari Sumatera Barat yang jadi korban, yaitu Zulfirman Syah yang merupakan alumni SMP 12 Padang dan anaknya yang berumur dua tahun,” katanya.

Dia menyebut, Zulfirman Syah yang sedang kuliah di ISI Jojyakarta masih dalam keadaan kritis dan anaknya juga lagi mendapatkan perawatan yang intensif dari pemerintah setempat. “Untuk itu, mari kita doakan saudara kita Zulfirman Syah dan anaknya Omar semoga segera disembuhkan oleh Allah SWT dan kepada keluarga besarnya diharapkan sabar serta berserah diri kepada Allah SWT,” katanya.

Gubernur juga mengajak semua untuk mendoakan semoga korban yang tewas dalam insiden tersebut husnul khotimah dan dibalasi Allah dengan pahala syahid.”Semoga para pelakunya segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

KBRI Beri Bantuan

Sementara informasi terkini yang berhasil dihimpun oleh KBRI Wellington sampai pukul 20.00 WIB diperoleh sejumlah informasi. KBRI Wellington terus melakukan monitoring dan menyiapkan bantuan kekonsuleran terhadap peristiwa penembakan yang terjadi di Christchurh pada hari ini di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood.

“Dari enam WNI yang diketahui berada di Masjid Al-Noor pada saat kejadian penembakan hari ini, lima orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara 1 (satu) orang atas nama Muhammad Abdul Hamid masih belum diketahui keberadaannya,” kata Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya.

Sementara dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima bahwa terdapat dua WNI (seorang ayah dan anaknya) yang tertembak. Kondisi sang ayah, Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil.

Pihak Kepolisian Selandia Baru telah mengeluarkan informasi terdapat 49 korban meninggal dunia. 41 orang meninggal di Masjid Al-Noor, 7 orang meninggal di Masjid Linwood, dan seorang meninggal di RS Christchurch Public Hospital. Pemerintah SB membuka hotline untuk keluarga korban pada nomor 0800-115-019.

Pihak Kepolisian SB telah menetapkan seorang tersangka penembakan hari ini dan akan segera dituntut ke pengadilan SB. Pemerintah SB melalui PM Jacinda Ardern telah mengutuk aksi penembakan tersebut dan menyebut tindakan keji ini sebagai aksi terorisme.

Airport di Christchurch sejak sore hari ini ditutup oleh otoritas setempat demi alasan keamanan. Langkah yang telah dilakukan KBRI Wellington seperti mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh masyarakat WNI di SB tetap dalam keadaan tenang dan waspada, serta mematuhi himbauan dari pihak keamanan SB.

“WNI di Christchurch serta sejumlah kota lain yang informasinya terdaftar di KBRI Wellington telah dihubungi untuk diketahui keadaannya. KBRI Wellington terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di airport Christchurch, dalam rangka pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch,” sebu Tantowi.

Pelaku Ditangkap

Hingga kini, tiga pria dan seorang perempuan sudah ditangkap atas penembakan mengerikan, yang menewaskan 49 orang dan melukai 48 orang. Seorang pria bersenjata, yang mengidentifikasi dirinya sebagai pria Australia bernama Brenton Tarrant (28), menggunakan GoPro untuk merekam dirinya mengemudi ke masjid dengan membawa enam senjata api di mobilnya.

Tarrant juga mengunggah manifesto 73 halaman ke Twitter sebelum penembakan. Dalam manifesto, ia mengidentifikasi dirinya sebagai supremasi kulit putih dan anti-imigran.

Penembakan terjadi di masjid Masjid Linwood di pada Jumat sore, dan masjid di luar Rumah Sakit Christchurch. Sebuah bom juga ditemukan di sebuah mobil tiga kilometer dari masjid.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan mengatakan ada bom yang ditemukan di dalam mobil di Christchurch, tetapi sudah dijinakkan. Pasca-penembakan masjid di Selandia Baru, Bush mendesak umat Islam di Selandia Baru untuk tidak pergi ke masjid pada Jumat demi alasan keamanan. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional