Menu

Terminal Koto Nan IV Paya­kumbuh Resmi Beroperasi 

  Dibaca : 167 kali
Terminal Koto Nan IV Paya­kumbuh Resmi Beroperasi 
DIRESMIKAN— Dishub Sumbar meresmikan pengoperasian kembali terminal AKAP dan AKDP Payakumbuh.

SUKARNOHATTA, METRO–Kepala Dinas Perhu­bungan (Dishub) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan pengo­pe­rasian kembali Terminal Tipe B Koto Nan IV Paya­kumbuh, Jumat (9/7) dima­na sebelumnya telah dila­kukan ujicoba selama se­pe­kan. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Payakumbuh, Asisten II Setdako Payakumbuh me­wakili Walikota, Kadishub Kota Payakumbuh, Kasat Lantas Polres Payakum­buh, Pasi Intel Kejaksaan Payakumbuh, Kasatpol-PP dan Damkar, Kakan Kes­bang­pol, Kalaksa BPBD, POM TNI AD serta Per­wakilan 8 P.O Bus AKAP.

Kadis Perhubungan Prov. Sumbar Hendri No­fiardi memberikan apre­siasi terkait pemanfaatan kembali Terminal Antar Kota Antar Provinsi (A­KAP) dan Antar Kota Da­lam Provinsi (AKDP) tipe B oleh Pemko Payakum­buh.  “Sesuai aturan Ken­daraan AKAP dan AKDP wajib masuk Terminal. Seperti yang terjadi saat ini kendaraan umum ter­sebut bebas masuk kota hingga menimbulkan ke­macetan dan hilangnya penumpang Angkot,” ka­ta­nya.

Untuk menunjang ke­lan­caran tersebut, pihak­nya akan meningkatkan fasilitas untuk terminal. Dimana saat ini Angkutan Darat kembali jadi prima­dona oleh masyarakat karena banyaknya per­syaratan yang harus dipe­nuhi untuk menggunakan Angkutan Udara dimasa pandemi ini. “Menghindari penularan wabah Covid-19 dari luar daerah karena meningkatnya pengguna angkutan darat ini, untuk penumpang AKAP wajib mememuhi Suket Negative PCR atau rapid Antigen,” ucapnya.

Senada dengan itu Wa­li Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten II Elza­daswarman mengatakan Pemko Payakumbuh me­lalui Dishub Kota Paya­kum­buh siap untuk me­lakukan pengelolaan terminal tipe B tersebut. “Saat ini ada 8 Buah PO. AKAP yang Stanby di Terminal Type B Payakumbuh dan diharapkan kerja­sa­ma kita semua untuk me­matuhi aturan yang telah ada. Untuk loket AKDP akan dipersiapkan dulu oleh dishub, karena de­ngan kondisi saat ini loket yang ada sudah penuh oleh bus AKAP,” tambah­nya.

Selain itu, melihat ting­ginya anemo masyarakat menggunakan angkutan darat saat ini, Om Zet sapaan akrab Asisten II tersebut berpesan, pe­nge­lola terminal juga ha­rus intens melakukan pe­ngec­ekan terhadap pe­num­pang yang masuk ke Payakumbuh.  “Me­ngi­ngat situasi saat ini Sum­bar sudah masuk Zona Merah Kasus Covid-19 dan saat ini juga terdapat 4 Daerah Tingkat II yang men­ja­lankan PPKM Da­rurat. Kita tidak ingin hal tersebut terjadi juga di Paya­kum­buh,” ucapnya.

Sementara itu Kapol­res Payakumbuh Alex Pra­wira mengatakan dengan telah beroperasinya kem­bali terminal tipe B ini, pihak kepolisian juga telah mendirikan posko chek poin untuk pemeriksaan dokumen perjalan para penumpang pengguna angkutan darat.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, pengusaha angkutan diharapkan ker­ja­samanya untuk menga­rahkan penumpangnya ke posko chek poin. Disana akan dilakukan pemerik­saan persyaratan perja­lanan berupa Kartu iden­titas, Kartu Bebas Covid baik berupa PCR maupun Antigen serta Suket Vak­sin,” terangnya.

“Bila terjadi pelang­garan terhadap hal-hal tersebut akan di lakukan penindakan dengan Pasal Tindak Pidana Ringan,” tukuknya.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Kese­hatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan pi­haknya siap melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang baru datang dari luar kota. Disini diminta peran aktif pengusaha angkutan un­tuk mengarahkan penum­pangnya ke posko chek poin. “Nanti akan kita lakukan pemeriksaan ra­pid anti gen, kalau hasil­nya positif akan dilakukan PCR tes. Kalau hasilnya positif juga kita minta un­tuk melakukan isolasi man­diri atau melakukan isolasi ditempat yang su­dah disediakan pemeri­n­tah,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Nofri­wandi mengatakan se­mua angkutan AKAP dan AKDP harus menaikkan dan me­nu­runkan penumpangnya di terminal sampai jam 10 malam. Sampai batas ter­sebut setiap angkutan tidak dibenarkan masuk kota. “Kita juga sudah koordinasikan dengan pe­ngelola angkutan kota untuk stand by di terminal menunggu penumpang yang datang. Kalau keda­patan ada pengusaha ang­kutan yang main kucing-kucingan dengan petugas ada sanksi yang diberikan sesui kesepakatan yang telah ditentukan,” pung­kasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional