Menu

Terminal Anak Aia Ditarget Tuntas Desember 2020, Gunakan Sistem Ticketing, Hadirkan Zona UMKM

  Dibaca : 359 kali
Terminal Anak Aia Ditarget Tuntas Desember 2020, Gunakan Sistem Ticketing, Hadirkan Zona UMKM
PEMBANGUNAN TERMINAL— Proses pengerjaan pembangunan Terminal Tipe A di kawasan Anakaia Kota Padang. Terminal Tipe A Anakaia ini akan menjadi pilot project di Sumbar nantinya.

PADANG, METRO
Terminal Tipe A di kawasan Anakaia, Kota Padang, diperkirakan pembangunannya tuntas akhir 2020 ini. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana berharap, terminal ini tidak sama nasibnya dengan terminal di kawasan Aiapacah Padang dan terminal lain yang ada di Sumbar.

“Kita akan gencar melakukan sosialisasi operasionalnya nanti. Karena operasional terminal ini berbeda dengan operasional Terminal Aiapacah dulu,” ungkap Deny, kemarin.

Deny mengungkapkan, Terminal Tipe A Anakaia akan menjadi pilot project di Sumbar nantinya. Diakuinya, selama ini kondisi terminal angkutan darat, jauh tertinggal dibandingkan dengan stasiun kereta api. Meski pembangunan Terminal Tipe A Anakaia akan tuntas akhir tahun ini, namun, terminal tersebut termasuk korban dari pembangunan terminal di pinggiran kota. Sebab lokasinya tidak berada di titik simpul.

Diakui Deny, pembangunan Terminal Anakaia menjadi pertaruhan bagi dirinya. Awal ditetapkannya Anakaia jadi terminal oleh Pemko Padang, karena di Kota Padang belum ada terminal. Kota Padang berinisiatif bangun terminal di Anakaia dengan konsep lama. Kemudian terjadi perubahan kewenangan, yang pembangunannya diserahkan ke BPTD Wilayah III Sumbar.

“Untuk dapat mengoperasikan Terminal Tipe A Anakaia ini memang perlu dukungan bersama. Kami mencoba dengan menggandeng Organda dan pengusaha transportasi muda di sini. Ada yang punya konsep pelayanan bagus. Sudah mengarah tekhnologi informasi, melalui ticketing,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, terminal Anakaia lokasinya agak jauh dari kota. Karena itu, sosialisasi mesti dilakukan dengan model yang berbeda. Sosialisasi harus mengedepankan aspek pelayanan, seperti pelayanan ticketing system.

“Kepada pelaku usaha, khususnya UMKM makanan dan kerajinan, juga perlu ditawarkan untuk dapat menjalankan usahanya di terminal. Namun, tentunya produk UMKM yang dihadirkan yang terkenal dan dibutuhkan masyarakat Sumbar. Jangan hanya menjual rokok, air mineral dan mi saja,” tegasnya.

Deny mencontohkan terminal yang ada di Pulau Jawa yang dibangun konsep ada mall dan kegiatan perekonomian di terminal yang ada. Bahkan di Kalimantan Selatan (Kalsel) ada kampus di terminal. “Kalau di Sumbar, khususnya di Terminal Tipe A Anak Air mungkin saya akan dorong kepada UMKM-nya. Agar masyarakat nyaman,” terangnya.

Dalam menciptakan kenyamanan dalam pelayanan, juga akan dibangun beberapa zona di Terminal Tipe A Anakaia. Seperti ada zona khusus tempat merokok, zona pengendapan, zona menunggu steril khusus penumpang berangkat, zona untuk UMKM. Juga ada ticketing sebelum masuk zona keberangkatan. “Dengan adanya ticketing ini, jadi copet tidak bisa masuk seenaknya ke terminal,” tegasnya.

Dengan adanya ticketing ini sebutnya, juga tidak ada lagi agen yg menjual tiket secara manual. Tapi agen-agen difasilitasi menjual ticketing melalui aplikasi. Jadi PO bus tidak lagi menempatkan agen di terminal.

“Melalui ticketing, bus antar kota, sudah ada satu sistem yang mendeteksi masuknya bus dan jadwalnya keberangkatannya pun jelas, dengan ditentukan oleh perusahaan bus masing masing. Kita di terminal hanya mengawasi. Jika ada yang melanggar jadwalnya kita berikan sanksi,” tegasnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional