Menu

Terlibat Sejumlah Aksi Kejahatan, Kakak Beradik Diringkus, Satu Peluru Bersarang di Kaki

  Dibaca : 271 kali
Terlibat Sejumlah Aksi Kejahatan, Kakak Beradik Diringkus, Satu Peluru Bersarang di Kaki
DITEMBAK— Jajaran Polres Bukittinggi menangkap kakak beradik yang terlibat dalam aksi pencurian dan penjembretan. Salah satunya ditembak karena melawan petugas. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI, METRO – Terlibat aksi pencurian dan penjembretan di sejumlah daerah di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, dua residivis yang juga berstatus kakak beradik di ringkus jajaran Polres Bukittinggi. Satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan di bagian kaki dengan timah panas karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas. Selain itu, petugas juga mengamankan seorang penadah hasil kejahatan mereka.

AN (27) dan DN (39) merupakan kakak beradik yang juga residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda. Selain itu, dari hasil pengembangan petugas juga mengamankan penadah berinisial E, seorang penjual Hanphone seken di Pasar Atas Bukittinggi.

Awalnya petugas menangkap AN, Minggu (6/10), sekitar pukul 17.00 WIB di rumahnya, di Banu Hampu. Setelah dikembangkan AN mengaku melakukan kejahatan bersama dengan kakaknya berninial DN. Polisi kemudian melakukan pengembangan. DN berhasil ditangkap Senin (7/10), sekitar pukul 03.30 WIB.

Pada saat penangkapan DN di belakang kantor Wali Nagari. Tersangka sempat mencurigai kedatangan petugas kepolisian. Dia pun akhirnya bersembunyi di semak – semak dekat pekuburan di belakang Masjid Padang Luar.

Tidak berapa lama kemudian, petugas mengetahui persembunyiannya. DN yang mengetahui kedatangan petugas langsung mencoba kabur. Petugas yang tidak mau gagal, langsung melepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan tersangka. Petugas kemudian melumpuhkan tersangka dengan tembakan timah panas.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, kedua pelaku merupakan residivis dari kasus curat di Bukittinggi dan Agam. Selain itu, mereka juga pernah terlibat tindak pidana kejahatan yang sama dan pernah dihukum penjara.

“Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya ada di wilayah hukum Polres Bukittinggi dan sebagian lagi di daerah Agam. Dihitung untuk TKP Ranmor sebanyak 16 TKP,” kata AKBP Iman Pribadi Santoso saat menggelar rilis di Mapolres Bukittinggi, Senin (7/10).

Setelah menangkap kedua tersangka, petugas terus melakukan pengembangan. Dari pengakuan mereka, diketahui bahwa hasil curian di jual ke salah satu toko penjual handphone seken di Pasar Atas.

Petugas kembali melakukan pengembangan, pemilik toko bernisial E juga ikut diamankan bersama dengan sejumlah barang bukti yang diduga hasil kejatahan, berupa Laptop, Kamera, Handphone.
Kata Iman, Jatanras masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lainnya. Pada saat penyidik mempertanyakan apakah dia terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pelaku DN pun mengakuinya. Dia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari salah seorang rekannya berinisial P (36), yang juga seorang residivis kasus narkoba.

Ketua Tim Jatanras Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Pratama Putra menambahkan, kami masih terus dalami kasus ini guna mengungkap semua jaringan yang ada di daerah. Untuk penadah barang curian juga sudah kami periksa,” ungkapnya.

“ Tersangka kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun. Selain itu, penadah juga akan kita jerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun,” pungkasnya.(u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional