Close

Terlibat Narkoba, Briptu NF Dipecat

PEMECATAN— Kapolres Sawahlunto AKBP Ricardo Condrat Yusuf memimpin upacara pemecatan Briptu NF di halaman Mapolres, Senin (13/9).

SAWAHLUNTO, METRO–Dampak dari tindakan penyalahgunaan barang haram narkoba, oknum anggota Polres Sawahlunto atas nama NF resmi dipecat alias diberhentikan tidak deng­an hormat. Hal itu ditandai dengan pencoretan foto yang bersangkutan dalam upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hor­mat (PTDH) yang di­pimpin langsung Kapolres Sawah­lunto di halaman Mapolres Sawahlunto, Senin (13/9).

Dalam pembacaan a­ma­natnya, Kapolres Sa­wahlunto, AKBP Ricardo Condrat Yusuf mengatakan, bahwa upacara yang dilaksanakan tersebut me­­rupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas berupa punishmen atau sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pe­langgaran disiplin maupun kode etik Kepolisian.

Dikatakan kapolres, keputusan PTDH ini sudah jelas sebagaimana Keputusan Kapolda Sumbar No: Kep/39 3/8/2021 tanggal 30 Agustus 2021, tentang pem­berhentian tidak dengan hormat dari dinas Polri atas nama Briptu Nova Fembra, NRP 80100302 jabatan BA Polres Sa­wah­lun­to.

“Pemberhentian dengan tidak hormat ini telah ditinjau dari beberapa azaz, seperti azaz kepastian. Yaitu adanya kepastian terhadap anggota yang melakukan pelanggaran sehingga menjadi jelas statusnya, serta azaz kemanfaatan yaitu pertimbangan seberapa besar manfaat bagi organisasi Polri dan anggota Polri yang dijatuhi hukuman PTDH tersebut,” ujar ka­polres.

Sebagai manusia biasa, lanjut Kapolres, saya merasa berat dan sedih untuk melakukan upacara ini, karena imbasnya bukan saja kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada keluarga besarnya.

“Akan tetapi sehubungan dengan peraturan Kapolri No.3/2011 tentang Reward dan Punishment, tentunya putusan ini tidak diambil dalam waktu sing­kat, akan tetapi telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang pe­nuh pertimbangan dan dengan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku, mulai dari proses pemanggilan yang bersangkutan agar bisa berubah menjadi lebih baik dan disiplin dalam berdinas, pemeriksaan oleh Propam dan sidang kode etik,” ungkap kapolres.

Sampai akhirnya, sebut Kapolres, yang bersangkutan dipandang ti­dak layak dipertahankan sebagai anggota Polri.  Kepada yang bersangkutan, Kapolres berharap agar dapat menerima ke­pu­tusan ini secara lapang dada. Walaupun tidak lagi menjadi anggota Polri, tetapi pernah dididik dan mengabdi menjadi anggota Polri.

“Untuk itu diharapkan agar tetap memiliki hu­bung­an emosional dengan Polisi serta menjadi mitra Polisi dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di tengah ma­syarakat,” harap kapolres.

Di hadapan seluruh personel Polres Sawah­lunto, Kapolres juga me­nya­takan bahwa ia tidak ingin lagi ada upacara se­perti ini, di masa yang akan datang. “Mari kita ambil hikmah serta pelajaran dari upacara ini, jadikan sebagai interopeksi diri serta cermin agar kita bisa lebih baik ke depan dalam menjalankan tugas secara profesional serta bertanggungjawab. Mari kita jalankan tugas dengan satu keyakinan dan optimisme yang wajar serta sikap positif,” pinta Kapolres.

Sebelumnya, Briptu “NF” divonis 2 tahun 2 bulan penjara karena memiliki dan mengonsumsi sa­bu-sabu.Vonis itu dbacakan Hakim Ketua Agung Sutomo Thoba dalam si­dang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sawah­lunto, Senin (24/7/2017).

Majelis hakim menyatakan bersalah melakukan penyalahgunaan narkotika golongan I tanpa izin. Dalam pertimbangan hukum majelis hakim memaparkan, memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah. Sedangkan pertimbangan meringankan, mengakui perbuatan, so­pan di persidangan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top