Menu

Terkonfirmasi Covid di Agam Terus Turun

  Dibaca : 114 kali
Terkonfirmasi Covid di Agam Terus Turun

AGAM, METRO
Selama menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Agam telah melalui tiga fase kebijakan untuk menghambat laju kasus positif Covid-19. Bupati Agam, Dr. Indra Catri menuturkan, jauh sebelum ditemukan kasus pertama Covid-19, pemerintah Kabupaten Agam sudah membuat kebijakan preventif berbasis nagari.

Pertahanan tersebut jebol seiring ditemukan kasus pertama positif Covid-19 di Padang Tarok, Kecamatan Baso.

“Sejak Maret 2020, sejumlah imbauan sudah aktif dikeluarkan, di antaranya seperti peniadaan shalat Jum’at di mesjid, disinfeksi tempat ibadah dan pasar, menutup sementara tempat hiburan dan destinasi wisata, serta tidak melaksanakan iven atau kegiatan keramaian,” tuturnya

Dipaparkan lebih lanjut, guna menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Agam memutuskan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sekaligus menjadi fase pertama penanganan Covid-19.

Keputusan itu diambil setelah Kementerian Kesehatan memberikan izin untuk penerapan PSBB di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 22 April 2020. Pemberlakuan PSBB berlangsung hingga 5 Juni 2020 atau selama 6 minggu.

“Di awal fase PSBB belum ada warga Agam yang terinfeksi Covid-19, namun memasuki Mei hingga 5 Juni 2020 terdapat 18 warga Agam yang terinfeksi Covid-19,” sebutnya.

Setelah melewati fase PSBB, Agam mengganti kebijakan dengan penerapan fase New Normal. Keputusan itu diambil karena situasi dirasa cukup aman dan tidak ada lonjakan kasus yang signifikan.

Menurut Dr. Indra Catri penerapan fase baru juga diterapkan mengingat banyak mata pencaharian masyarakat yang terhenti sementara selama fase PSBB diberlakukan.

Jika dilihat kurva perkembangan kasus terkonfirmasi Covid-19, pada bulan September memang terjadi peningkatan signifikan. Di fase akhir new normal, hingga 19 Oktober 2020, tercatat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 247 kasus,” sebutnya.

Memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di akhir Oktober, terjadi lonjakan angka positif dimana ditemukan penambahan 532 kasus dari bulan sebelumnya. Namun di November jumlah tersebut jauh berkurang.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam, Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun menuturkan, mengingat terus terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi, Pemerintah Kabupaten makin mengintensifkan upaya penanganan.

“Pemkab Agam bersama tenaga kesehatan dengan sigap mengambil tindakan penanganan hingga hari ini angka positif terus menurun dan disusul dengan peningkatan jumlah pasien sembuh,” ujarnya.

Ditambahkan, kerjasama masyarakat dalam penanganan kasus Covid-19 di daerah setempat sangat dibutuhkan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional