Close

Terkait Tragedi Kanjuruhan, Irjen Nico Afinta Dilaporkan Aremania ke Bareskrim

BERI KETERANGAN—Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) Anjar Nawan Yusky saat memberi keterangan di Bareskrim Polri, Kamis (18/11).

JAKARTA, METRO–Puluhan Aremania -su­porter Arema FC melaporkan eks Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta ke Bares­krim Polri. Selain Irjen Nico, sejumlah perwira polisi lainnya juga dilaporkan buntut tragedi Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan orang pada Sabtu (1/10) lalu.  Irjen Nico dan anak buahnya dianggap bertanggung ja­wab atas kematian 135 Are­mania dalam Tragedi Kanjuruhan. Suporter Arema FC itu tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 9.30 WIB dengan menumpangi sebuah bus. Salah seorang korban Tragedi Kanjuruhan yang kakinya pincang juga datang menggunakan kursi roda untuk melaporkan Irjen Nico ke Bareskrim.

Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) Anjar Nawan Yusky menyebut rombongan penyintas Tragedi Kanjuruhan dan keluarganya korban yang men­datangi kantor Kaba­reskrim Polri Komjen Agus Andrianto itu sekitar 50 orang.  “Hari ini mengunjungi Bareskrim Polri dengan a­gen­­da membuat laporan po­lisi terkait dengan peristiwa 1 Oktober 2022 di Stadion Kan­juruhan,” kata Anjar di Ba­reskrim Polri, Kamis (18/11).

Anjar mengakui Polda Jatim telah menetapkan enam tersangka terkait tra­gedi Kanjuruhan. Kendati demikian, dia menyebut laporan itu merupakan mo­del A yang dibuat sendiri oleh polisi, tetapi mengabaikan perspektif korban.  Anjar mengatakan masyara­kat Malang khususnya Are­mania yang jadi korban merasa tidak ada keadilan dalam penanganan tragedi Kanjuruhan, bahkan ada yang tak sesuai fakta. “Untuk itulah kami hadir di sini membuat laporan. Korban sendiri yang melapor de­ngan harapan yang nanti akan lebih membuka perspektif korban,” ujar Anjar.

Sekretaris Jenderal Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andy Irfan menyebut skema pemidanaan oleh Polda Jatim tidak menyentuh seluruh peristiwa pidana sebagaimana Pasal 359 KUHP dan 360 KUHP. “Itu tidak akan mampu membuktikan seluruh tindak kejahatan di malam hari itu,” ujar Andi.

Andi menyebut indikasi tindak pidana dalam Tragedi Kanjuruhan itu antara lain dugaan pembunuhan, pembunuhan berencana, pe­nyiksaan hingga meninggal dunia, kekerasan kepada anak, dan kekerasan kepada perempuan.  “Laporan sekarang itu untuk me­nyam­paikan fakta-fakta yang selama ini belum dilihat secara utuh oleh pe­nyidik di Polda Jatim. Pihak bertanggung jawab ialah tentu saja perwira paling tinggi di Polda Jatim, yaitu Kapolda,” tutur Andi.

Komnas HAM Dapat La­poran Terbaru dari Keluarga Korban

Sementara itu keluarga korban tragedi Kanjuruhan mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pihak Komnas HAM sedang mempelajari laporan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu.  “Kami sedang mempelajari berkas lama dari laporan Komisioner Komnas HAM yang lama yang sudah di­sampaikan kepada Menkopolhukam,” kata Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Pa­rulian Sihombing di Jakarta, Kamis.

Selain itu, anggota Komnas HAM periode yang baru (2022-2027) akan mempelajari bukti-bukti baru yang disampaikan oleh keluarga, kuasa hukum maupun pendamping korban Kanjuruhan. Dia mengatakan pertemuan antara perwakilan keluarga korban Kanjuruhan dengan Komisioner Komnas HAM tersebut pada intinya membahas sejumlah harapan agar mendapatkan rasa keadilan atas peristiwa yang dialami.  Para perwakilan keluarga korban, ujar­nya, menyampaikan keluh kesah kondisi ekonomi usai Ttragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter sepak bola tersebut.  “Termasuk soal trauma keluarga korban yang ditinggalkan,” ujarnya.

Sementara itu, pendam­ping keluarga korban Andy Irfan mengatakan kedatangannya ke Komnas HAM untuk menindaklanjuti suatu hal yang sebelumnya di­protes ke anggota Komnas HAM periode sebelumnya.  Menurut dia, rekomendasi yang disampaikan oleh komisioner sebelumnya terburu-buru karena pihaknya menemukan suatu hal yang dinilai merupakan dugaan pelanggaran HAM.  “Kami berharap komisioner yang baru membentuk tim penyelidikan ad hoc dugaan pe­langgaran HAM berat,” ujar dia.  Dia mengatakan kedatangannya ke Komnas HAM pada intinya menyampaikan pesan dari keluarga korban dan suporter atas peristiwa yang dialami, disaksikan pasca-Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 tersebut. Terakhir, Andy menyampaikan kepada anggota Komnas HAM terkait temuan-temu­an kunci Tragedi Kanjuruhan yang nanti ditindaklanjuti ke depannya.. ((cr3/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top