Close

Terkait Izin Aktifitas Galian C, Dinas DPMP2TSP Pessel Ada Dua lokasi dihentikan sementara 

PESSEL METRO–Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi sumber daya alam ( SDA) cukup melimpah, salah satunya aktifitas tambang ( bebatuan) , walaupun kaya dengan sumber daya alam namun begitu bagi rekanan ataupun investor ingin melaksanakan aktifitas tambang harus memperhatikan legalitas perizinan sesuai dengan ketentuan dan undang – undang yang diatur.

Selain memperhatikan legalitas izin aktifitas tambang tersebut, bagi pihak rekanan ataupun pemilik usaha tambang juga memperhatikan analisis dampak lingkungan ( Amdal), disebabkan dari aktifitas tambang tersebut

Ditemui Pos Metro, Jumat ( 20/1/2023) diruang kerjanya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPMP2TSP) Pessel Beriskhan, S. Sos. M. Si, mengatakan, hingga sampai saat ini Dinas DPMP2TSP Pessel belum menerima tembusan dari Dinas SDM Provinsi Sumbar, keberadaan aktifitas tambang di Kabupaten Pesisir Selatan .

Beriskhan menyampaikan, begitu, dari hasil temuan dan kajian lapangan dinas nya ada dua lokasi aktifitas tambang di Kabupaten Pesisir Selatan dihentikan sementara.

” Ada Dua lokasi tambang di Pessel telah dihentikan sementara, karena ada beberapa persyaratan izin yang belum dilengkapi, dan pada salah satu pemilik tambang kita berikan waktu selama 60 hari untuk melengkapi persyaratan tersebut. Jika tidak dilengkapi sesuai waktu ditentukan akan dilakukan pencabutan izinya. Sementara satu lagi aktifitas tambang di daerah sungai tunu telah kita hentikan aktifitas nya, ” tegas Kadis DPMP2TSP Pessel.

Pada masyarakat yang mendapatkan temuan keberadaan tambang – tambang di wilayah nya yang diduga tidak memiliki izin maka Beriskhan untuk bisa melaporkan temuan dengan bukti – bukti ke dinas SDM Provinsi Sumbar atau Dinas DPMP2TSP Sumbar, atau bisa juga ke dinasnya untuk dilanjutkan ke pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kemudian dilakukan tindak lanjut.

Sementara itu data dikumpulkan dilapangan, dalam tiga tahun terakhir tahun 2022 , jika Dinas DPMP2TSP Pessel pada tahun 2022 memiliki target pencapaian RPJMD sebesar Rp. 310.000.000.000.

Realisasi RPJM Dinas DPMP2TSP di tahun 2017 target RPJMD sebesar Rp. 170.000.000.000, 2018 Rp. 180.000.000.000, 2019 Rp. 190.000.000.000, 2020 Rp. 190.000.000.000 dan 2022 Rp. 190.000.000.000.

Triwulan I tahun 2017 Rp. 6.151.650.234 prosentase 4 %, 2018 Rp. 17.564.567.857 (10%), 2019 Rp. 354.298.551.899 (186 %), 2020 Rp. 152.991.534.557 (81%).

Triwulan II tahun 2017 Rp. 42.404.354.318 (25 %), 2018 Rp. 116.393.519.106 (65%), 2019 Rp. 2.109.015.918 (1 %), 2020 Rp. 69.516.530.358 (37 %) dan tahun 2021 Rp. 524.921.711.516 (276 %).

Triwulan III tahun 2017 Rp. 24.837.238.346 ( 15%), 2018 Rp. 133.958.068.962 (74%), 2019 Rp. 56.790.883.222 (30 %) , 2020 Rp. 122.511.150.394 (64 %) dan 2021 Rp. 479.917.737.628 (253 %).

Triwulan IV tahun 2017 Rp. 95.543.295.926 (96%), 2018 Rp. 144.798.574.857 (80%), 2019 Rp. 20.668.095.078 (11%), 2020 Rp. 359.616.153.433 (189%), dan 2021 Rp. 312.339.100.713 (164%).

sedangkan, untuk total dari tahun 2017 Rp. 168.936.538.824 (99%), 2018 Rp. 412.709.748.762 (229%), 2019 Rp. 433.866.545.317 (228%), 2020 Rp. 704.445.368.747 ( 371%) dan tahun 2021 Rp. 1.767.753.342.797 ( 930%). ( Rio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top