Menu

Terkait Edukasi, Literasi dan Sosialisasi Perbankan Syariah, Bank Nagari Tandatangani Kesepakatan dengan 18 Ormas

  Dibaca : 189 kali
Terkait Edukasi, Literasi dan Sosialisasi Perbankan Syariah, Bank Nagari Tandatangani Kesepakatan dengan 18 Ormas
TANDATANGANI— Dirut Bank Nagari M Irsyad bersama Komisaris Utama Benni Warlis, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar usai menandatangani nota kesepahaman bersama 18 institusi pemerintah, Ormas bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan serta perguruan tinggi terkait edukasi, literasi dan sosialisasi perbankan syariah di The Balcone Hotel dan Resort, Kamis (22/7).

AGAM, METRO–Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari menandatangani nota kesepahaman bersama 18 institusi pemerintah, organisasi masya­rakat (Ormas) bidang keagamaan dan  sosial kema­syarakatan serta perguruan tinggi terkait Edukasi, Literasi dan Sosialisasi Perbankan Syariah di The Balcone Hotel & Resort, Agam, Kamis (22/7).

Dihadiri Direktur Uta­ma Bank Nagari Muhammad Irsyad, serta empat direksi lainnya yakni, Direktur Operasional Syafrizal, Di­rektur Kredit dan Syariah Gusti Candra, Direktur Keuangan Sania Putra, dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan. Juga Komisaris utama Bank Nagari Benni Warlis, Ketua Majelis Ula­ma Indonesia (MUI) Sum­bar Gusrizal Gazahar serta perwakilan dari institusi, ormas dan perguruan ting­gi yang hadir secara offline maupun online aplikasi zoom meeting.

Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad mengatakan rendahnya tingkat literasi keuangan akan mempengaruhi ting­kat pemanfaatan produk atau layanan jasa keua­ngan. Untuk itu diperlukan kegiatan-kegiatan guna peningkatan literasi keua­ngan agar masyarakat da­pat menentukan produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Serta memahami man­faat dan risiko, mengetahui hak dan kewajiban serta memperoleh keyakinan bahwa produk dan jasa keuangan yang dipilih akan berdampak pada kese­jahteraan.

“Oleh karena itu Bank Nagari akan lebih mening­katkan peran dalam literasi keuangan khususnya lite­rasi keuangan syariah di Sumbar dengan menguat­kan sinergitas dengan ber­ba­gai Institusi  agar hasil­nya optimal,” kata Irsyad.

Dikatakan Irsyad,  se­kaitan amanah RUPS pada 26 November 2019 lalu terkait konversi Bank Na­gari menjadi Bank umum Syariah, maka Bank Nagari sudah menuntaskan selu­ruh persyaratan. Bank Na­gari juga sudah membekali lebih dari 1.740 karya­wan­nya dengan pendidikan dasar perbankan syariah, dan pendidikan lanjutan terkait seperti audit, marketing syariah dan lainnya.

Sebelumnya, ditam­bah­­kan Irsyad, Bank Na­gari juga telah melakukan kerjasama serupa dengan Masyarakat Ekonomi Sya­riah (MES) Sumbar pada 21 Januari 2021 sekaitan Kon­versi Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah (BUS). “Maka untuk lebih ma­sifnya kegiatan edukasi atau literasi ini, kerja sama tersebut perlu diperluas dengan melakukan kerja sama serupa seperti MoU yang kita tandatangai saat ini,” katanya.

Irsyad berharap de­ngan kerja sama ini bisa meningkatkan dukungan yang diberikan oleh ma­syarakat karena 18 institusi dan ormas ini memiliki organisasi sayap yang banyak dibelakangnya se­hingga akan lebih banyak masyarakat teredukasi.

Aset Unit Usaha Sya­riah (UUS) Bank Nagari hingga posisi akhir Juni 2021 mencapai Rp2,46  triliu, pembiayaan Rp1,80  triliun dan, DPK Rp2,33 triliun. Market share atau pangsa pasar aset UUS Bank Na­gari per April 2021  sebesar 29,56%. Market share pem­biayaan UUS 34,76% dan market share DPK UUS Bank Nagari 33,25%.

Sementara itu Guber­nur Sumbar Mahyeldi An­sharullah diwakili Pj Sekda Prov Sumbar Benni Warlis mengatakan bahwa Bank Nagari telah menuntaskan persyaratan dan persiapan untuk menjadi BUS sesuai amanah RUPS pada 26 November 2019 lalu.

“Syariah ini adalah nu­raninya masyarakat Sum­bar. Apalagi secara aspek bisnis, syariah ini sangat potensial,  aspek religi sa­ngat terpenuhi tinggal lagi aspek regulasi,” katanya.

Ketua MUI Sumbar Gus­rizal Gazahar menyatakan bahwa bersyariah adalah sebuah keharusan dan bu­kan sebuah pilihan bagi umat, ditambah lagi Sum­bar menganut Adat Ber­sandi Syarak , Syarak Ber­sandi Kitabullah.

Sebanyak 18 instansi, ormas dan PT tersebut yakni Kantor Wilayah Ke­menterian Agama Sum­bar, Majelis Ulama Indonesia Sumbar, Universitas An­dalas, Universitas Ne­geri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Pa­dang, Universitas Muham­madiyah Sumbar dan Universitas Baiturrahmah

Kemudian Kamar Da­gang dan Industri (KADIN) Sumbar, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pe­ngu­saha Muda Indonesia (HIP­MI) Sumbar, Pengurus Wi­la­yah Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Sum­bar dan Majelis Pimpinan Wilayah Ikatan Cendi­kia­wan Muslim Indonesia (IC­MI) Sumbar.

Dewan Perwakilan Wi­layah Muhammadiyah Sum­bar, Perwakilan Wila­yah Nahdlatul Ulama (PW­NU) Sumbar, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumbar, Dewan Dakwah Indonesia Sumbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar, Ikatana Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumbar dan Ikatan Dai Indonesia Sumbar. (adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional