Menu

Terjaring Razia Penegakan Prokes di Keca­ma­tan Payakumbuh Barat, 67 Warga Di Swab Satgas Covid-19

  Dibaca : 274 kali
Terjaring Razia Penegakan Prokes di Keca­ma­tan Payakumbuh Barat, 67 Warga Di Swab Satgas Covid-19
OPERASI YUSTISI— Petugas PPKM menggelar Operasi Yustisi yang dipusatkan seputaran pusat pasar tradisional Ibuh.

SUDIRMAN, METRO–Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ko­ta Payakumbuh bersama petugas PPKM menggelar Operasi Yustisi yang dipu­satkan seputaran pusat pasar tradisional ibuh, Kelurahan Ibuh, Keca­ma­tan Payakumbuh Barat, Selasa (22/6) pagi. Operasi Yustisi yang dipimpin lang­sung oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Bakhrizal dengan didampingi Kabag Ops Kompol Khairil Mei­dians dan Kabid Keter­tiban Umum (Tibum) Jhon­ny Parlin mengatakan operasi yustisi kali ini dina­makan operasi yustisi simpatik.

Menurut dr. Bek sa­paan akrab Kadis kese­hatan itu, jika operasi yustisi simpatik ini merupakan salah satu upaya untuk lebih men­disiplinkan dan menya­darkan masyarakat su­paya tertib menerapkan protokol kesehatan, di­samping menambah jum­lah pengetesan untuk men­jaring warga positif Covid-19. “Begitu terjaring razia ini, selain dikenai sanksi administrasi, me­reka terbukti melanggar langsung kita lakukan tes swab terhadap pelanggar ini.” katanya.

Bakhrizal mengatakan bahwa Pemko Payakum­buh tak kenal lelah me­ngajak warganya mene­rapkan 5M, yaitu selalu memakai masker, men­cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, disamping menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas jika memang tidak ada kepe­n­tingan yang mendesak. Menurutnya, risiko penu­laran kasus Covid-19 di kota Payakumbuh masih tinggi, meskipun kota Pa­ya­­kumbuh dalam zona oranye.

Pihaknya pun mengim­bau agar masyarakat me­ma­tuhi anjuran peme­rintah, lebih banyak ting­gal di rumah untuk me­minimalisir interaksi fisik selama beberapa hari ke depan agar lonjakan kasus positif tidak berujung pada ledakan kasus Covid-19 yang membuat layanan fasilitas kesehatan lum­puh karena overload dan aktivitas perekonomian berhenti.

Senada dengan dr. Bek, Kabag Ops Kompol Khairil Meidians turut menga­takan bahwa operasi yus­tisi ini bertujuan untuk menyadarkan warga ma­syarakat kota Payakum­buh agar selalu tertib da­lam menerapkan protokol kesehatan. Kabag Ops Khairil juga mengatakan jika operasi yustisi kali ini merupakan operasi yustisi yang berbeda dari operasi yustisi sebelumnya yang pernah dilakukan. “Iya, operasi yustisi kali ini kita lakukan berbeda dari se­be­lumnya, dimana bagi warga yang terjaring ra­zia, mereka kita data dan langsung dilakukan swab,” ucap Khairil.

Khairil menyampaikan bahwa operasi yustisi sim­patik ini akan kembali dilangsungkan pada sore hari yang berlangsung di pusat kota Payakumbuh. Sementara itu, Kabid Ti­bum Jhonny Parlin me­nyam­paikan jika dalam operasi yustisi kali ini ada sebanyak 67 orang warga yang terjaring dalam ope­rasi yustisi simpatik.

Menurut JP sapaan akrab Kabid Tibum itu, warga yang terjaring da­lam razia kali ini tidak hanya dari dalam kota Payakumbuh saja, ada juga warga yang KTP nya tidak dari kota Payakum­buh. “Tapi tim satgas co­vid-19 kota Payakumbuh tidak pandang bulu dalam razia yustisi ini, siapapun yang berada dalam wila­yah kota Payakumbuh yang kedapatan melang­gar pro­tokol kesehatan, maka akan diberikan sanksi. Dan untuk pertama kalinya, mereka yang melanggar akan dilakukan swab,” tandas JP disela proses operasi yustisi berlang­sung. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional