Menu

“Terima Kasih Andre Rosiade”, Handphone Sudah Berdering di Sisawah

  Dibaca : 222 kali
“Terima Kasih Andre Rosiade”, Handphone Sudah Berdering di Sisawah
Pembangunan tower BTS Telkomsel di Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung berdampak hadirnya jaringan 4Gtelkomsel sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat.

SIJUNJUNG, METRO–Pada Sabtu (10/7) kemarin menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Untuk pertama kalinya masyarakat disana merasakan kemudahan untuk memperoleh akses jaringan telekomunikasi.

Hari itu menjadi ber­beda disaat semua orang sudah bisa menggunakan handphone sebagaimana mestinya. Tidak lagi seke­dar pajangan ataupun di­sim­pan di dalam lemari. Silih berganti panggilan seluler dilakukan, me­laku­kan video call dengan sanak famili untuk memberi tahu bahwa kampung halaman kini sudah memiliki sinyal.

Handphone berdering bergantian, menandakan serangkaian pesan lewat Whatsapp yang masuk dari perantauan, saling bertukar kabar melepas rindu. Akses jaringan inter­net kini sudah terjangkau di Nagari Sisawah. Selain untuk membantu kelan­caran telekomunikasi, le­pas dari daerah blank spot menjadi titik awal untuk melepas ketertinggalan daerah.

Pembangunan tower BTS Telkomsel di Nagari Sisawah berkat upaya ang­gota DPR RI Andre Rosiade yang juga merupakan pu­tra daerah asal Sijunjung. Mem­bangun akses ja­ri­ngan se­luler juga menjadi visi-misi Andre Rosiade kepada ma­syarakat Sijun­jung sebagai ang­gota DPR RI.

Salah satu kesimpulan yang ditemukan Andre Rosiade saat mengunjungi sejumlah daerah di Sijun­jung, masih banyaknya lokasi yang blank spot. Menyadari hal itu, Andre pun menemui langsung Dirut Telkomsel dan meng­upayakan agar pem­bangu­nan BTS di Sijunjung bisa terwujud.

Kini warga tak perlu lagi pergi sejauh 8 kilometer untuk mencari jaringan internet. Cukup dari rumah saja jaringan internet pun sudah tersedia. Berkat pem­­bangunan BTS itu sel­u­ruh jorong di Nagari Si­sawah kini sudah men­dapat akses jaringan.

Sejumlah pelajar yang menjalani pembelajaran secara daring merasa sa­ngat terbantu. “Biasanya saya hampir setiap pagi pergi ke Nagari  Padang Laweh hanya untuk men­dapatkan jaringan internet. Menempuh perjalanan ham­­­pir setengah jam, atau sekitar 8 kilometer dari rumah,” tutur Andres (20) salah seorang mahasiswa yang kuliah di Kota Padang.

Selama masa pandemi, universitas ditempatnya kuliah memberlakukan pem­­belajaran secara daring. Namun, kendala terbe­sar yang ia hadapi selama ini adalah mencari akses jaringan internet. “Karena di kampung tidak ada ja­ringan, terkadang sekedar menetap di kos-kosan agar perkuliahan daring bisa lancar. Itu hanya untuk mendapatkan jaringan in­ternet,” terangnya.

“Alhamdulillah seka­rang sudah bisa daring dari rumah, sejak pem­ba­ngu­nan tower selesai dan su­dah diaktifkan,” ujarnya, Rabu (14/7).

Sebelumnya, untuk se­ke­­dar mengirim pesan sing­kat (SMS) pun sangat su­sah. “Pastinya kita sa­ngat se­nang dengan ada­nya sinyal. Sehingga hand­phone ini bisa digunakan kalau saat di kampung. Biasanya untuk mengirim SMS atau mene­lepon saja tidak bisa, apalagi jaringan internet,” tambah pemuda itu.

Masyarakat Sisawah baru bisa menggunakan handphone apabila telah keluar dari daerah tempat tinggal mereka. “Umum­nya orang disini punya handphone semua, tapi baru bisa digunakan apa­bila telah keluar. Karena kalau sudah sampai diru­mah handphone tidak ber­guna lagi, lebih sering di­sim­pan di dalam lemari karena sinyal tidak ada,” ungkap Diko (25) warga setempat.

Nagari Sisawah dihuni sebanyak 3.562 jiwa yang tersebar pada tujuh jorong diantaranya, Jorong Ka­bun, Jorong Rumbai, Sima­wuik, Sungai Tampang, Subalin, Koto Baru dan Jorong Koto. Masyarakat setempat bergantung pada sektor pertanian dan per­ke­bunan untuk penghi­du­pan.

Meskipun terletak tidak terlalu jauh dari pusat pe­merintahan kabupaten, Muaro Sijunjung, kondisi geografis Sisawah yang dikelilingi tebing dan per­bukitan menjadikan daerah tersebut sulit diakses ja­ringan telekomunikasi mau­­­pun akses transpor­tasi.

Setidaknya ada dua jalur transportasi yang biasa digunakan menuju Nagari Sisawah. Jalur uta­ma memiliki jarak yang lebih jauh jika hendak me­nuju Muaro Sijunjung. Me­ng­gunakan kendaraan ro­da empat bisa memakan wak­tu sekitar 2-3 jam per­jala­nan melalui Nagari Tam­parungo.

Sedangkan jalur alter­natif jauh lebih pendek, hanya berkisar 40 menit dari pusat kabupaten me­lalui Nagari Padang Laweh, namun jalur tersebut ha­nya bisa dilewati kenda­raan roda dua saja dengan rute cukup menantang.

Wali Nagari Sisawah Restu, melalui Sekretaris Nagari Purnama Harrmaini menjelaskan, adanya ak­ses jaringan seluler di Sisa­wah merupakan hara­pan yang dinantikan selama ini. “Selama ini belum ada (ja­ringan) dan itu menjadi kendala dalam mengakses komunikasi, terutama di bidang teknologi dan infor­masi,” sebutnya.

Pemerintah nagari su­dah mengupayakan akses jaringan yang lain namun, masih kurang memadai. “Kita ada Bumnag yang menyediakan wifi, dengan cara membeli voucher un­tuk mendapatkan akses ja­ringan. Tapi itu sangat ter­batas pada kecepatan ja­ringan­nya, dan hanya dipu­sat­kan pada satu titik saja,” tu­turnya.

Semenjak pem­bangu­nan tower BTS Telkomsel selesai, masyarakat sa­ngat bersyukur dan ter­bantu. “Pastinya sangat mem­bantu, karena ini yang sangat kita harapkan dari dulu. Kita dari peme­rintah nagari mewakili ma­syarakat Sisawah meng­ucapkan banyak terima kasih kepada anggota DPR RI Andre Rosiade yang telah memperjuangkan aspirasi ini. Kepada peme­rintah daerah Kabupaten Sijunjung dan seluruh pi­hak yang telah mem­ban­tu,” ucapnya.

Pihaknya berharap ada­­nya akses jaringan selu­ler yang telah dimiliki mampu memberikan dam­pak yang lebih baik untuk kemajuan nagari. “Se­mo­ga ini menjadi awal untuk kemajuan nagari, ber­man­faat bagi masyarakat da­lam hal teknologi dan infor­masi,” katanya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional