Menu

Tergabung dalam JALINAN BA-SATU, Alumni Unand Perjuangkan Mahyeldi jadi Gubernur Sumbar

  Dibaca : 277 kali
Tergabung dalam JALINAN BA-SATU, Alumni Unand Perjuangkan Mahyeldi jadi Gubernur Sumbar
PERTEMUAN— Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melakukan pertemuan dengan JALINAN BA-SATU, Jumat (20/11) lalu, di Rumah Makan Suaso Padang.

RIMBO KALUANG, METRO
Meski kehadiran baliho dukungan alumni Universitas Andalas (Unand) terhadap calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menuai polemik, namun sejumlah alumni Unand tetap bersikukuh menyatakan dukungannya terhadap Mahyeldi.

Alumni Fakultas Ekonomi tahun 1978, Khaidir menegaskan, sudah saatnya kepemimpinan Gubernur Sumbar diisi alumni Unand. Pasalnya, sudah 10 tahun Gubernur Sumbar dikuasai alumni lain. “Sudah saatnya alumni Unand jadi pemimpin dan tuan rumah di rumahnya sendiri,” tegas Khaidir saat pertemuan JALINAN BA-SATU (Jaringan Alumni Unand BA-SATU), Jumat (20/11) di Rumah Makan Suaso Padang.

Alumni Fakultas Pertanian Unand Angkatan 1978, Fikri Amir menegaskan, almamater Unand adalah harga mati. “Unand adalah kebanggaan kita. Kita tidak malu jadi Alumni Unand saat di Jawa atau di luar daerah Sumbar,” tegasnya.

Fikri menegaskan, Unand yang punya Sumbar, otomatis gubernurnya harus dari Unand. Karena itu, satu suara dari Alumni Unand sangat dibutuhkan jika ingin memenangkan Mahyeldi, Alumni Fakultas Pertanian Unand jadi Gubernur Sumbar. “Di mana pun kita berada sebarluaskan informasi ini. Di mana kita berada bagikan informasi tentang calon gubernur kita dari Unand ini,” ajaknya.

Alumni Fakultas Ekonomi Unand Angkatan 1975, Yonismar menegaskan, saat ini tidak hanya mendukung Mahyeldi menjadi Gubernur Sumbar dari Unand saja yang mengemuka. Tetapi juga mendukung Mahyeldi jadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unand.

Selama ini ungkapnya, Gubernur Sumbar yang juga menduduki Ketua IKA Unand baru dua orang. Yakni, Zainal Bakar dan Gamawan Fauzi. Karena itu, saat ini perlu ditentukan tujuan dukungan ini, supaya jelas koridornya. Yakni mendukung Mahyeldi jadi Gubernur Sumbar dan Ketua IKA Unand.

“Kita ingin jadikan Mahyeldi sebagai Gubernur dan Ketua IKA Unand. Kalau cerita alumni Unand tidak ada masalah secara organisasi dan kelompok,” ungkapnya.

Permasalahan yang timbul dari dukungan alumni Unand terhadap Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat ini, adalah secara organisasi, personal dan kelompok dalam bingkai alumni Unand. Kondisi saat ini sama persis ketika Gamawan Fauzi diusung jadi calon Gubernur Sumbar dulu. Di mana di kalangan alumni Unand juga ada pro dan kontra.

Yonismar mengingatkan, alumni Unand harus belajar dari Institute Tekhnologi Bandung (ITB). Di mana banyak alumni ITB yang memegang posisi jabatan strategis di partai. Seperti Hatta Radjasa di Partai Amanat Nasional (PAN), Aburizal Bakri di Partai Golkar, Pramono Hanum di PDI Perjuangan. Kondisi ini justru terganggu itu Ikatan Alumni (IA ITB). “Yang terpilih diprotes oleh kelompok yang lain,” ungkapnya.

Jalan keluarnya, menurut Yonismar, organisasi alumni harus independen. Tidak boleh dukung mendukung. Jangan sampai terjadi seperti IA ITB. “Alumni tetap bersatu. Kita sukseskan Buya Mahyeldi, tapi secara personal dan kelompok, tidak memakai nama IKA Unand,” tegasnya.

Yonismar juga menilai alumni Unand tidak perlu persoalkan pro dan kontra dukungan alumni ini. “Kita sukseskan saja Buya Mahyeldi dengan waktu sisa tiga minggu ini. Secara personal dan kelompok kita maju terus. Buya harus jadi Gubernur Sumbar dan Ketua IKA Unand. Kita turun ke daerah, siapa alumni di daerah kita rangkul. Kita yang hadir di sini punya tanggungjawab menyukseskan. Tidak usah berdebat tentang IKA Unand. Kita dalam bingkai alumni Unand. Kita tidak bisa berdebat soal organisasi Alumni Unand,” tegasnya.

Sementara, Wali Kota non aktif Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, sebagai alumni Unand, dirinya meminta alumni mempersiapkan diri untuk mewujudkan motto dari Unand selama ini. Yakni mewujudkan “Untuk Kedjajaan Bangsa”.

“Siapa orang-orang di tingkat nasional dan lokal yang telah kita antarkan selama ini. Unand memang universitas tertua. Tetapi kalah dengan Universitas Hasanuddin yang sudah mengantarkan alumninya Jusuf Kalla jadi Wakil Presiden RI,” ungkap Mahyeldi.
Karena itu, untuk mewujudkan alumni Unand “Untuk Kedjajaan Bangsa” dengan menghadirkan tokoh yang bisa tampil di tingkat nasional, tidak bisa dengan langkah normal saja. Kuncinya, menurut Mahyeldi semua alumni harus solid.

“Perbedaan persepsi yang terjadi di kalangan alumni terhadap dukungan dirinya sebagai calon Gubernur Sumbar adalah hal yang biasa. Tidak usah terlalu dipercaya lagi kondisi pro kontra ini. Sekarang kita fokus bekerja saja lagi. Saya yakin alumni punya jaringan di seluruh Indonesia. Sinergi mesti dibangun ke depan,” ajaknya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional