Menu

Terduga Teroris Kirim Senjata dan Amunisi ke Poso

  Dibaca : 169 kali
Terduga Teroris Kirim Senjata dan Amunisi ke Poso
BERI KETERANGAN— Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan (tengah) dalam rilis kasus di Mabes Polri, Jakarta.

JAKARTA, METRO–Dari Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), senjata-senjata itu dikirim ke Jakarta untuk kemudian diteruskan ke Poso, Sulawesi Tengah. Persisnya ke kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Itulah jalur suplai senjata yang terungkap menyusul tertangkapnya AS di Pangkalpinang serta DS dan SY di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada hari yang sama, 30 Juni lalu. Sehari ditahan di Mapolda Babel, AS melarikan diri.

Tapi, empat hari kemudian (5/7) dia kembali tertangkap di dekat rumahnya, Jalan Perintis, Kace, Mendo Barat, Kabupaten Bangka, bersama dua orang yang diduga berperan membantu pelariannya, AP dan SU. AS yang punya nama alias Abu Rafa itulah yang berupaya mengirim senjata api ke MIT di Poso. Senjata api tersebut berjenis laras panjang, revolver, dan sejumlah amunisi.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menjelaskan, AS terhubung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jakarta. Begitu pula DS dan SY. AS diketahui berkomunikasi dengan SY menggu­nakan akun media sosial bernama Ummu Nissa.

“Dalam penelusuran catatan perbankan, diketahui AS membeli senjata laras panjang, senjata laras pendek jenis revolver, dan sejumlah amunisi,” tutur Ramadhan dalam rilis di Jakarta kemarin (13/7).

Senjata itu kemudian dikirim dari Pangkalpinang ke Jakarta. SY merupakan orang yang menerima senjata itu di Jakarta. Yang selanjutnya, AS mengakui bahwa senjata dan amunisi tersebut akan dikirim ke MIT Poso. “Barang bukti disita sebelum digunakan untuk rangkaian aksi teror,” katanya.

Menurut Ramadhan, pengiriman senjata ke Ja­karta itu ditujukan untuk memotong jalur pengiriman. Dengan begitu, tidak diketahui sumber pengiriman senjata tersebut. “Biar jalur pengirimannya lebih rapi dan senjata juga dicek di Jakarta oleh SY,” terangnya.

AP dan SU yang berperan menyembunyikan AS masih diperiksa. Densus 88 Antiteror memiliki waktu empat hari untuk pemeriksaan tersebut. “Kalau tidak ditemukan bukti terlibat terorisme, keduanya akan diproses pidana umum,” jelasnya.

Selain penangkapan tiga terduga teroris, Ramadhan menuturkan bahwa terjadi kontak tembak antara Kopsus Trisakti III dan MIT Poso. Awalnya ada laporan dari ma­sya­rakat bahwa bahan pangannya hilang. “Petugas me­la­kukan pengejaran dan menemukan bekas ma­kanan yang diduga merupakan kelompok MIT,” paparnya.

Petugas kembali menge­jar kelompok tersebut. Akhirnya kelompok MIT Poso diketahui berada di Pegunungan Batu Tiga, Desa Tokasa, Tanah Lanto, Parigi Montong, Sulawesi Tengah. Petugas langsung melakukan penyergapan terhadap kelompok teroris bersenjata tersebut. “Kontak tembak terjadi sekitar pukul 03.00 Wita,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa dalam kontak tembak tersebut, dua terduga buron teroris Poso meninggal dunia. Yakni, R dan AP. Petugas lalu kembali mengejar anggota MIT Poso lainnya yang melarikan diri. “Jenazah kedua terduga teroris dievakuasi dengan helikopter,” terangnya. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional