Close

Terdeteksi Alarm Sensor lalu Berbunyi, Napi Rutan Anak Air Gagal Kabur

NAPI MAU KABUR— Satu napi yang berusaha kabur berhasil ditangkap oleh Sipir di Rutan Anak Air Padang setelah alarm sensor berbunyi.

PADANG, METRO–Sistem sensor alarm di Ru­mah Tahanan Anak Air di Pa­dang, Sumatera Barat, dapat meng­gagalkan pelarian narapi­dana bernama Richard, pada Senin (18/7) pukul 17.00 WIB. Warga binaan pemasyarakatan itu diciduk oleh petugas saat se­dang sembunyi di luar blok hu­nian, dan hendak memanjat tem­bok pembatas rumah tahanan.

“Saat mendekati tembok pem­batas, pergerakannya tertangkap oleh alat sensor yang langsung membunyikan alarm,” kata Ke­pala Rumah Tahanan Padang, Mu­ham­mad Mehdi, Senin malam(18/7/).

Mendapati bunyi alarm, lan­jutnya, maka komandan tim jaga beserta petugas piket langsung mendatangi titik lokasi sensor untuk memeriksa.

“Saat itu didapati R sedang bersembunyi di dekat tembok yang diduga kuat tengah mencari akal untuk memanjat tembok rumah tahanan, ia langsung ditangkap petugas,” ka­tanya.

Saat diinterogasi pe­tugas, akhirnya R yang be­rasal dari daerah Jambi mengakui dia memang ber­­niat untuk kabur dari rumah tahanan sore itu. Ia bera­la­san nekad kabur karena ada kasus baru yang kem­bali menjeratnya yaitu peng­gelapan sepeda motor.  Sementara huku­man untuk kasus pencu­rian sela­ma satu tahun yang sedang dijalani saat ini belum habis.

“Jadi yang bersang­kutan kabur karena ada kasus baru yang menjerat dirinya, dia takut akan lebih lama di dalam penjara,” katanya.

Mehdi mengatakan, akan menjatuhkan sanksi terhadap R yang hendak melarikan diri, karena ter­golong pelanggaran berat. Beberapa sanksi itu yaitu memasukkan R ke instalasi F tempat sel isolasi atau pengasingan, serta men­cabut hak-hak warga bina­an seperti pengurangan hukuman (remisi), pem­bebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan lainnya.

Dia menceritakan, upa­ya R untuk melarikan diri dilakukan saat ia keluar dari blok hunian bersama warga binaan lain saat shalat Ashar berjemaah di masjid dalam lingkungan rumah tahanan. Alih-alih shalat berjemaah, ia malah melompat ke belakang mas­jid dan berusaha mela­rikan diri dari Rumah Taha­nan Padang.

Beruntung sistem kea­manan berbasis teknologi yang diterapkan di Rumah Tahanan Padang berhasil mendeteksi pergerakan R, sehingga upayanya kabur berhasil digagalkan. Mehdi mengatakan pemanfaatan teknologi memang se­nga­ja diterapkan untuk men­dukung tugas pengama­nan serta pengawasan di Ru­mah Tahanan Padang.

“Alat sensor sudah di­pa­sang di berbagai titik. Saat ada yang lewat, maka langsung terdeteksi sekali­gus memicu alarm peri­ngatan. Jangankan manu­sia, burung pun akan ter­tangkap oleh sensor,” kata­nya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top