Menu

Terciduk Nguras Kotak Amal, Pencuri Mengaku Khilaf

  Dibaca : 285 kali
Terciduk Nguras Kotak Amal, Pencuri Mengaku Khilaf
Curi Kotak Amal— Pria berinisial JS nekat mencuri kotak amal sebuah mushala di Kota Bukittinggi terpaksa diamankan aparat polisi.

BUKITTINGGI,METRO
Ekonomi yang semakin sulit menjadi salah satu faktor untuk berbuat kejahatan. Seperti pengakuan pria pengangguran berusia 45 tahun ini, dia nekat mencuri kotak amal sebuah mushala di Kota Bukittinggi karena gelap mata, tak punya uang, Rabu (28/10), sekitar pukul 10.20 WIB.

Pelaku berinisial JS alias Jon berasal dari Kenagarian Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Dia terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian Kota Bukittinggi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jon diamankan di Polsek Kota Bukittinggi karena aksinya kepergok warga membobol kotak amal mushalah Al Ikhlas, di wilayah Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS).

Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Deddy Adriansyah membenarkan peristiwa itu. Katanya, pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. “Pelaku sudah diamankan. Kita masih selidiki dan mendalami motifnya,” kata Kapolsek, Kamis (29/10).

Dijelaskan, pencurian kotak amal tersebut terjadi pada Rabu (28/10), sekira pukul 10.20 WIB. Saat itu, pelaku tertangkap tangan oleh warga di sekitar mushalla saat menguras isi kotak amal.

Warga langsung mengamankan pelaku dan memeriksa tas bawaannya. Ternyata didalam tas tersebut ditemukan uang senilai Rp 2.557.300 yang diduga hasil uang kontak infak yang telah dibobolnya.

Pelaku bahkan nyaris jadi bulan-bulanan warga yang mulai terpancing emosi. Beruntung massa tidak main hakim sendiri dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Bukittinggi.

Kepada pihak kepolisianpelaku mengaku nekat mencuri karena faktor ekonomi. Karena tak punya pekerjaan dan uang. Dia mengaku nekat mencuri hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Apapun alasannya, karena perbuatannya telah melanggar hukum, JS dikenakan pelanggaran hukum pencurian dengan pemberatan atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.(pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional