Close

Terbukti Melakukan KDRT kepada Istri Oknum ASN Pemko Padang Divonis 6  Bulan Penjara

JALANI SIDANG— Oknum ASN Pemko Padang yang didakwa melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya menjalani sidang di PN Padang, Kamis (9/9).

PADANG, METRO–Oknum Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemko Padang yang didakwa melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, divonis bersalah dan dijatuhi hukuman enam bulan kurungan penjara oleh Ma­jelis Hakim Pengadilan Ne­geri Padang Kelas I A, Kamis (9/9).

“Berdasarkan fakta-fakta persidangan, ter­dakwa Christian Khaidir ter­bukti melanggar pasal 44 ayat 4 undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tang­ga (KDRT) tahun 2004,” ungkap Hakim Ketua Sidang, Juandra didam­pingi Hakim anggota Ri­naldi Triandoko dan Reza Hi­mawan, saat memba­cakan amar putusannya.

Menurut Hakim Ketua Sidang, Juandra, hal-hal yang memberatkan, ter­dak­wa tidak mengakui per­buatannya, berbelit-belit dalam persidangan dan tidak ada upaya damai dengan korban (istrinya). “Terdakwa dijatuhi huku­man enam bulan kurungan penjara,” tegas Hakim Ke­tua Sidang, Juandra.

Vonis tersebut dinilai, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)­ pada Kejaksaan Ne­geri Padang yakninya em­pat bulan penjara.  Me­nang­gapi vonis tersebut, terdakwa Christian Khai­dir,  menyatakan banding.  “Saya menyatakan banding yang mulia,” ujarnya.

Sementara itu, JPU Ke­jari Padang Irna mengaku pikir-pikir atas putusan tersebut.

Dalam berita sebelum­nya disebutkan, korban me­laporkan ke kan­tor polisi pada tanggal 29 September 2020 lalu. Korban melapor ke Polresta Padang, terkait dugaan kekerasan.

Menurut, Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda membe­nar­kan telah adanya laporan dalam perkara KDRT yang dialami oleh korban ber­nama Wel­ly Yusafitri de­ngan nomor laporan LP/519/B/IX/2020 Resta SPKT Unit I tanggal 29 September 2020.

“Kemudian pada tang­gal 5 Februari 2021 terlapor atas nama CH telah dite­tap­kan menjadi tersangka se­te­lah menjalani peme­rik­sa­an saksi, dan hasil visum. Saat ini, tinggal menunggu ke­lengkapan berkas yang akan diserahkan ke penga­di­lan,” jelas Kompol Rico. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top