Menu

Terbakarnya Ikon ”PADANG KOTA TERCINTA” di Gunungpadang,  Aset Bernilai Rp6,37 M Terkesan tak Diurus

  Dibaca : 333 kali
Terbakarnya Ikon ”PADANG KOTA TERCINTA” di Gunungpadang,  Aset Bernilai Rp6,37 M Terkesan tak Diurus
IKON KOTA PADANG TERBAKAR— Anggota DPRD Kota Padang Wismar Panjaitan melihat langsung kondisi ikon atau landmark “PADANG KOTA TERCINTA” di puncak Gunungpadang yang terbakar beberapa waktu lalu, Minggu (1/12) pagi. Tulisan raksasa itu dibangun sebagai ikon Kota Padang dengan anggaran cukup fantastis mencapai Rp6,37 miliar.

GUNUNG PADANG, METRO – Terbakarnya tulisan raksasa “PADANG KOTA TERCINTA”, yang dibangun dengan anggaran Rp6,37 miliar di Bukit Gunungpadang, Sabtu (30/11), mengundang perhatian banyak pihak. Salah satu pemicu terbakarnya ikon kota itu diduga karena kurangnya perawatan dan pengawasan dari pihak terkait selama ini.

Anggota DPRD Kota Padang Wismar Panjaitanadalah salah satu pihak yang ikut prihatin dengan peristiwa terbakarnya Ikon Kota Padang itu. Minggu (1/12), Wismar menyempatkan diri mengunjungi puncak Gunungpadang.

Menurutnya, Pemko melalui wali kota harus tegas menyikapi persoalan ini dengan serius. Sehingga, OPD terkait yang bertanggungjawab mengurus aset Pemko benar-benar serius melakukan tugasnya.

Proyek besar tulisan raksasa itu, menurut Wismar bukanlah hal sepela. Tulisan itu dibangun sebagai ikon Kota Padang dan anggarkan dengan dana cukup fantastis. “Anggarannya sekitar Rp6,37 miliar dari APBD Padang. Kita prihatin, baru sekitar setahun selesai dibangun sudah ludes terbakar. Kalau kita gunakan dana itu untuk pendidikan, sudah berapa sekolah yang bisa dibangu,” tukas Wismar.

Kader Partai PDI Perjuangan yang sudah dua periode duduk di DPRD Padang ini, juga mengatakan, dengan peristiwa kebakaran tersebut sangat wajar warga Kota Padang mempertanyakan kualitas pembangunan proyek tersebut. Dan, siapa pihak yang harus bertanggungjawab.

Katanya, untuk pemasangan landmark atau tulisan raksasa “PADANG KOTA TERCINTA” itu, dianggarkan padang 2017 lalu dan realisasi pembangunan 2018. Artinya, baru sekitar setahun lamanya dibangun, tulisan itu sudah terbakar.

“Karena ini adalah aset Kota Padang yang nilai sangat besar, makanya saya mencoba naik ke atas bukit ingin melihat langsung dan memastikan kondisi kebakaran itu. Kita juga sempat bertanya kepada beberapa warga disana apa penyebab kebakaran itu,” ungkap Wismar kepada POSMETRO, di lokasi kebakaran, Minggu (1/12).
Dari kunjungan langsung ke puncak Gunungpadang itu, terlihat ada beberapa hal yang diduga bisa menyebab terjadinya kebakaran tersebut. Potensi kebakaran itu dilihat dari sisi safety bangunan, perawatan, dan pengawasan.

Soal safety terlihat sangat lemah, dari peninjauan yang dilakukan travo listrik di tulisan raksasa yang terbuat dari baja WF HBM dengan berat sekitar 40 ton sangat berpotensi terjadinya korsleting. Pemasangan travo jaraknya hanya sekitar 2 meter dari bangunan tanpa perlindungan yang baik dan letaknya pun sekitar 30 cm dari tanah.

“Seharusnya travo atau sumber listrik itu harus jauh dari jangkauan manusia, atau dibuat boks besar agar betul betul terhindari dari hujan. Apalagilan saat ini musim penghujan, biasa saja kebakaran itu dipicu karena korsleting,” ungkapnya.

Kemudian, untuk perawatan. Terlihat sangat minim perawatan yang dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan semak belukar yang sudah membalut tiang tiang bangunan.

“Sekitar lokasi bangunan rumput panjang dan melilit tang bangunan, nampaknya tidak pernah dibersihkan dan dirawat. “Ini berpotensi terbakar jika ada orang yang bakar lahan di dekat sekitar lokasi bangunan,” terangnya.

Kemudian soal pengawasan. Seperti pengakuan warga di sekitar lokasi, malam hari tidak ada penjagaan.

“Seharusnya dengan nilai aset sebesar Rp6,47 miliar itu, harus ada yang mengawasi dan bertanggungjawab menjaganya,” tambah Wismar.

Sebelumnya, pemasangan ikon huruf raksasa di Gunung Padang dibangun untuk menambah daya tarik wisata di Kota Padang. Pengunjung yang datang ke Pantai Padang bisa berfoto dengan latar belakang tulisan besar di Gunungpadang di kejauhan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebuduayaan Kota Padang, Arfian, menyebut kebakaran ikon kota padang itu diduga terjadi akibat arus pendek.

Dia juga mengatakan bahwa aset tersebut sampai saat ini belum ada serah terima dari Dinas PUPR ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Belum diserahterimakan dari Dinas PUPR ke Dinas Pariwisata. Kita berharap dibangun lagi dan baru diserahterimakan,” jelas Arfian. (hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional