Menu

Terbakar Cemburu, Istri Disiram Air Keras

  Dibaca : 261 kali
Terbakar Cemburu, Istri Disiram Air Keras
LAPORKAN SUAMI— Korban Elda Yurianti (27) melapor ke Polresta Padang dengan kondisi wajah, bahu dan lengan melepuh akibat disiram air keras oleh suaminya.

PADANG, METRO
Sedang tidur pulas, ibu dua anak disiram air keras oleh suaminya sendiri hingga membuat kulit wajah, bahu, lengannya melepuh. Diduga, tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dipicu lantaran suami yang cemburu dan kesal melihat korban sering bermain aplikasi Tik Tok.

Peristiwa yang dialami korban bernama Elda Yurianti (27) itu, terjadi di Komplek Pemda, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (5/11) sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah korban teriak kesakitan, pelaku (suami korban) langsung kabur dengan sepeda motor membawa satu anaknya dan surat nikah serta dokumen lainnya.

Tak terima atas perbuatan suaminya yang telah membuat sebagian wajah dan tubuhnya melepuh, korban ditemani oleh tetangganya langsung mendatangi Polresta Padang untuk melaporkan kasus penyiraman air keras yang di lakukan oleh suaminya sendiri.

“Suami saya menyiram air keras ketika saya sedang tidur. Mungkin dia merasa cemburu dengan saya. Memang dia orangnya suka cemburuan,” ungkap Elda saat ditemui wartawan di usai melapor di Polresta Padang.

Elda yang sehari-hari bekerja berjualan pakaian memanfaatkan media sosial, mengakui kalau sudah delapan tahun menikah dengan suaminya itu dan dikarunia dua orang anak. Sebelumnya, ia tinggal di kawasan Alang Laweh dan selanjutnya pindah mengontrak rumah di kawasan Sungai Lareh.

“Dulu suami saya itu sehari-hari bekerja berjualan ikan yang diambil dari Pasar Gaung. Namun, satu bulan ini tidak lagi berjualan ikan dengan alasan tidak ada ikan untuk dijual. Sehingga, saat ini, saya lah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk biaya rokok suami,” sebutnya.

Tetapi, lantaran sering pergi mengantarkan pesanan konsumen, dikatakan Elda, suaminya malah sering cemburu. Padahal, ia memang berjualan pakaian dengan memanfaatkan media sosial dan sebagai bentuk pelayanan, diantarkanlah pesanan konsumen. Apalagi, ia sering bermain Tik Tok dan diduga hal itulah yang membuat suaminya cemburu dan kalap mata sehingga terjadi penyiraman dengan air keras.

“Sudah sering mengancam mau bunuh, dan melakukan kekerasan lainnya. Kadang, konsumen menelpon, dituduh juga saya berhubungan dengan laki-laki lain. Memang sangat pencemburu suami saya. Setelah menyiram saya, suami pergi dari rumah membawa satu anak. Saya tidak tahu keberadaannya sekarang,” ungkapnya.

Laporan korban telah diterima Polresta Padang bernomor STTLP/595/B1/XI/2020/Resta SPKT Unit II. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman korban untuk mencari alat bukti serta mencari tahu jenis air keras yang disiram pelaku. Sebelumnya, korban juga telah melakukan visum di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban. Penyelidikan terus dilakukan dan melacak keberadaan pelaku yang kabur usai kejadian. Terhadap laporan itu, sedang ditangani dan ditindaklanjuti unit PPA Satreskrim.

“Memang ibu ini telah datang ke Polresta Padang untuk melaporkan kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan ini telah disiram air keras oleh suaminya dikarenakan cemburu sering bermain aplikasi Tik Tok. Pelaku saat ini masih dalam pencarian. Karena setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri. Kami berusaha melakukan pengejaran terhadap pelaku,” sambungnya.

Pecatan Polisi KDRT Ditangkap
Sering melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap istrinya, Syuhendri (39) yang merupakan pecatan dari Polisi dan kini bekerja sebagai tukang parkir ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang di kediamannya di Komplek Mitra Utama II Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung kota Padang, Rabu (4/11) sore.

“Pelaku ini dulu pernah berdinas di Brimob, tapi sudah dipecat. Pelaku melakukan KDRT terhadap istrinya. Korban yang tidak tahan lagi dengan perlakuan pelaku, kemudian melapor. Istri pelaku merasa takut dan trauma terhadap perbuatan yang telah dilakukan suaminya sendiri yang telah dilakukan pelaku secara berulang kali,” ujar Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico.

Puncaknya KDRT, dijelaskan Kompol Rico, ketika pelaku menyuruh korban untuk meminta uang kepada orang tua istrinya pada bulan Oktober 2020 lalu. Saat itu, korban menolak, sehingga pelaku pelaku menampar pipi korban satu kali. Setelah itu pelaku pergi ke dapur mengambil sendok garpu lalu menusuk tangan, punggung, dan bagian perut korban berulang kali.

“Usai menusuk, tersangka malah menyuruh sang istri untuk memijit tubuhnya hingga tertidur. Tapi, bangun tidur tersangka ini kembali naik pitam dan marah saat melihat istrinya memasak untuk anak-anak mereka. Dia kembali menampar dan menusuk istrinya itu menggunakan garpu karena belum juga pergi meminta uang. Akhirnya, korban yang kesakitan membuat laporan ke Polresta Padang,” jelas Kompol Rico.(r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional