Menu

Terangi 11 Desa Terpencil di Kepulauan Riau, PLN Kucurkan Rp 38 Miliar, Warga Semringah Biaya Listrik Lebih Murah

  Dibaca : 86 kali
Terangi 11 Desa Terpencil di Kepulauan Riau, PLN Kucurkan Rp 38 Miliar, Warga Semringah Biaya Listrik Lebih Murah
PLN berhasil mengalirkan listrik ke 11 desa terpencil yang berada di Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (14/6).

LINGGA,METRO–PLN berhasil mengalirkan listrik ke 11 desa terpencil yang berada di Kepu­lauan Riau (Kepri) pada Senin (14/6). Kehadiran listrik diharapkan bisa mem­permudah warga dalam beraktivitas serta mampu mendorong pere­kono­mian desa.

Adapun desa berlistrik yang dires­mikan hari ini tersebar di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Lingga terdapat 7 desa diantaranya Desa Batu Belubang, Desa Mensanak, Desa Pulau Bukit, Desa Kelombok, Desa Penaah, Desa Pe­kajang, dan Desa Berhala. Kemudian Kabupaten Karimun terdapat 2 Desa yaitu Desa Buluh Patah dan Desa Tebias serta 2 desa di Kabupaten Anambas yaitu Desa Impol dan Desa Keramut.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Wiluyo Kusd­wiharto, menjelaskan, biaya investasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur listrik di 11 desa tersebut mencapai Rp 38 miliar. Dana itu dialo­kasikan untuk membangun 11 unit bangunan sentral pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan mesin PLTD dengan total daya 1.370 KW, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 10,71 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 33,81 kms, 11 gardu distribusi (trafo) dengan total daya 675 kilovolt Ampere (kVA) dan 4 Unit Tower 20 kilovolt (kV).

“Dengan dinyalakannya 11 desa berlistrik ini terdapat potensi sam­bungan pelanggan baru sebanyak 2.211 calon pelanggan, di mana saat ini sudah menyala dan tersambung sebanyak 584 pelanggan,” ujar Wiluyo.

Dirinya juga menyatakan, dengan menyalanya listrik di 11 desa tersebut, rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau kian meningkat menjadi 99,76 persen dan rasio desa berlistrik sebesar 96,39 persen.

“Dari jumlah total sebanyak 416 desa yang ada di Kepri, sudah dialiri listrik PLN sebanyak 401 desa, sehingga masih ada 15 desa yang belum dialiri listrik. Semoga  kerja sama yang terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan agar upaya mewujudkan Kepulauan Riau terang di tahun 2021 dan rasio desa berlistrik 100 persen di Kepulauan Riau tahun Ini bisa dituntaskan” ujar Wiluyo.

Gubernur Kepri, Anshar Ahmad mengapresiasi PLN yang telah bekerja keras mengalirkan listrik ke 11 desa terpencil di Kepri. Dengan masuknya listrik desa diharapkan akan bisa cepat menumbuhkan perekonomian masya­rakat desa.

“Tak hanya itu, para siswa anak-anak kita calon generasi penerus bisa lebih pintar lagi karena sudah bisa belajar di malam hari dengan lebih baik sehingga manfaat dari hadirnya listrik bisa me­ningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di desa,” ungkapnya.

Kepala Desa Batu Belubang, Arwan Arun menyambut antusias masuknya listrik di desanya. Sebab, masyarakat selama ini menghabiskan biaya yang terbilang mahal untuk menikmati listrik .

“Sehari masyarakat membayar kurang lebih Rp 26 ribu. Kalau dihitung, kira-kira biaya untuk listrik saja bisa Rp 600-800 ribu per bulan dengan pema­kaian hanya dua titik lampu, dan juga satu TV itu pun hanya sekitar 5 jam sehingga kami bayar listrik sama seperti orang di kota,” imbuh Arwan.

Setelah hadirnya listrik PLN, masya­rakat bisa lebih berhemat. Kesejah­teraan warga Desa Batu Belubang juga meningkat karena listrik dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. “Dengan listrik PLN, warga kami hanya menghabiskan Rp 100 ribu per bulan selama 14 jam dan bisa menggunakan kulkas untuk me­nyimpan ikan hasil tangkapan ini sangat meringankan dan membantu sekali,” tambah Arwan.(rel/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional