Close

Tenun Kubang Masuk Warisan Budaya tak Benda

SERTIFIKAT— Gubernur Sumbar Mahyeldi menyerahkan sertifikat Warisan Tak Benda Tenunan Kubang, kepada Bupati Limapuluh Kota, Dafaruddin Dt Bandaro Rajo.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, menerima sertifikat warisan Budaya Tak Benda, Tenunan Kubang, Kabupaten Lima Puluh Kota dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang diserahkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

“Kita bersyukur, Tenunan Ku­bang memperoleh penghargaan ini, sebagai upaya kita untuk mengangkat dan melindungi potensi wa­risan budaya Limapuluh Kota. De­ngan penghargaan ini, maka peluang bagi Tenunan Kubang menjadi ikon budaya & industri kreatif kita akan semakin terbuka, klaim motif dan ciri khas tenunan ini jelas akan terlindungi,” ujar Bupati Safaruddin, disela-sela acara pembukaan ra­pat koordinasi Pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota se-Sumatera Ba­rat, di aula Bappeda Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (8/3).

Lebih lanjut Bupati Limapuluh Kota mengatakan penghargaan ini bakal menjadi motivasi bagi dae­rah untuk mengapungkan potensi wa­risan budaya tak benda Limapuluh Kota lainnya, sehingga program pemberdayaan menjadi lebih terarah dan mendapat dukungan dan pengakuan dari pemangku kepen­tingan terkait.

“Lebih penting lagi, ini juga terbuka lebar peluang peningkatan ekonomi pelakunya serta peningkatan pertumbuhan ekonomi usaha kecil dan menengah, serta sebagai penunjang kepariwisataan kita,” jelas Bupati Safaruddin.

Berkenaan dengan penyerahan sertifikat ini, tak lepas dari koteka warisan budaya yang diartikan keseluruhan peninggalan kebuda­yaan yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan/atau seni. Warisan budaya dimiliki bersama oleh suatu komunitas atau masyarakat dan mengalami perkembangan dari generasi ke generasi, dalam alur suatu tradisi.

Warisan budaya takbenda atau intangible cultural heritage bersifat tak dapat dipegang (intangible/ abstrak), seperti konsep dan teknologi; dan sifatnya dapat berlalu dan hilang dalam waktu seiring per­kembangan zaman seperti misal­nya bahasa, musik, tari, upacara, serta berbagai perilaku terstruktur lain. Sampai saat ini karya budaya yang telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejumlah 594 dari seluruh wi­layah Indonesia,  selain Tenunan Kubang juga termasuk wayang, angklung, saluang dan gamad.

Dari beberapa referensi disebutkan Tenunan Kubang merupakan jenis tenunan songket, seperti halnya tenunan Silungkang yang diproduksi melalui Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).  Motif pada tenun Kubang tidak sekedar hiasan dan membuatnya indah, melainkan refleksi ajaran filosofi adat dan kebudayaan Minangkabau. Proses pembentukan motif dilakukan secara manual, dikenal dengan istilah mancukia atau menyungkit. Bagi perajin tenun yang sudah akrab dengan motif tradisi, tidak butuh waktu lama dalam proses membuat motif. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top