Menu

Tenaga Kerja Konstruksi Terbanyak di Jawa

  Dibaca : 79 kali
Tenaga Kerja Konstruksi Terbanyak di Jawa
KULIAH UMUM— Staf Khusus Kementerian PUPR, Firdaus Ali memberikan kuliah umum di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/3).

AIR TAWAR, METRO – Untuk mewujudkan infrastruktur yang berdaya saing, diperlukan lima terobosan. Yaitu, regulasi dan hukum, sumber daya manusia, penerapan hasil riset dan teknologi, pendanaan inovatif, programming serta leadership.

”Dengan terobosan ini, Kementerian PUPR dapat menghasilkan infrastruktur yang tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya dan tepat manfaat,” ujar Staf Khusus Kementerian PUPR, Firdaus Ali saat memberikan kuliah umum dengan tema menuju SDM konstruksi andal di era industri 4.0 di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).

Dikatakan, kapasitas SDM konstruksi atau tenaga kerja konstruksi yang terlibat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan atau pembangunan, hingga tahap pengawasan haruslah memiliki kemampuan yang baik. Serta, dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan standar kinerja yang dipersyaratkan di tempat kerja.

Ia menjelaskan, berdasarkan tingkat pendidikan, tenaga kerja konstruksi saat ini masih didominasi oleh lulusan SMA ke bawah, yakni sebanyak 73,5 % (dari total 8,1 juta). Sementara untuk Diploma ke atas, yang merupakan supply tenaga ahli, hanya berjumlah 4,49 % saja.

Kemudian, sementara sebaran tenaga kerja konstruksi masih tidak merata, dengan 65,19 % tenaga kerja konstruksi tersebar di Pulau Jawa, 17,13 % di Pulau Sumatera dan sisanya tersebar di pulau-pulau lainnya di Indonesia dengan persentase sebaran terkecil berada di Kepulauan Maluku dan Papua, yaitu sebesar 1,23 %.

”Tantangan tersebut, memacu kita untuk bergerak cepat menyesuaikan perkembangan global. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada tantangan baru dunia yaitu industri konstruksi 4.0, karakteristiknya adalah berbasis teknologi dan serba praktis. Disinilah saya berharap inovasi-inovasi baru dari kaum muda untuk dapat memajukan sektor konstruksi kita,” lanjutnya.

Ia menambahkan, inovasi dan adaptasi menghadapi revolusi industri 4.0, diperlukan agar Kementerian PUPR tetap dapat mewujudkan infrastruktur yang tepat mutu, tepat waktu, tetap biaya dan tepat manfaat.

”Kementerian PUPR melakukan perubahan dalam proses bisnisnya melalui digitalisasi, connectivity dan computer power, human machine interface dan analytics intelligent untuk dapat meningkatkan efisiensi dan meningkatkan optimasi produksi,” ucapnya.

Fitur utama dalam revolusi industri 4.0, mengharuskan SDM konstruksi untuk dinamis terhadap perubahan (Movement), Pragmatis dalam kecepatan produksi (Speed) dan kemampuan berbagi komunikasi serta kolaborasi.

”Revolusi industri 4.0 ini berdampak pada semua sektor usaha, seperti penerapan teknologi digital (internet of things, big data dan intelligent production) serta perubahan struktur pasar kerja yang mendorong peluang posisi kerja baru,” ungkap Firdaus.

Menurut pria yang juga merupakan dosen Fakultas Teknik UI ini, industri konstruksi 4.0 membutuhkan kolaborasi sinergi semua pihak. “Baik penyedia teknologi, pelaku, pengguna teknologi, serta penyedia infrastruktur digital dalam penyediaan infrastruktur yang tepat biaya, tepat waktu dan tepat mutu,” ujarnya.

Dilanjutkannya, perguruan tinggi merupakan Centre of Excellent para tenaga ahli bidang konstruksi. Dimana dari perguruan tinggi dihasilkan solusi kekinian yang terkait dengan isu strategis bidang konstruksi seperti sustainable construction, value engineering, Building Information Modelling dan lain-lain.

“Perguruan tinggi adalah kawah candradimuka yang akan melahirkan calon tenaga ahli muda yang nantinya akan terjun di industri konstruksi, sehingga saya berharap saat ini banyak terjadi perubahan positif di setiap perguruan tinggi. Terutama dalam hal penyesuaian berbagai bahan dan metoda ajar untuk merespon perkembangan industri konstruksi baik di Indonesia maupun di dunia internasional,” ucap Firdaus.

Rektor UNP, Ganefri mengatakan dengan era sakarang ini dimana merupakan era industri 4.0 telah banyak mengalami perubahan yang signifikan. “Diharapkan dengan mengikuti kuliah umum ini mahasiswa dapat mengikuti perubahan yang terjadi tersebut dan telah siap untuk menghadapi tantangan di era industri 4.0 ini,” ujar Ganefri.

Ganefri juga mengucapkan terima kasih dan apresiasianya kepada Firdaus Ali yang berkenan hadir dalam memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir untuk mengikuti paparan-paparan dari staf ahli kementrian PUPR tersebut.

“Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kedatangan bapak untuk memberikan kuliah umum ini, semoga bermanfaat bagi mahasiswa yang hadir di ruangan ini,” pungkas Ganefri. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional