Menu

Temuan Ombudsman, Ada Maladministrasi dan Calo di Samsat

  Dibaca : 623 kali
Temuan Ombudsman, Ada Maladministrasi dan Calo di Samsat
KUNJUNGI SAMSAT— Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani mengunjungi Kantor Bersama Samsat Kota Padang untuk melihat pelayanan publik di instansi tersebut.

RIMBO KALUANG, METRO
Ombudsman RI Perwakilan Sumbar menemukan beberapa maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Kantor Bersama Samsat Kota Padang. Temuan itu diantaranya berupa permintaan uang di luar ketentuan yang berlaku pada loket cek fisik kendaraan bermotor.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani mengatakan, permintaan uang tersebut yaitu dengan jumlah antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Samsat.

“Temuan ini didapatkan dari hasil mistery shopping yang dilakukan pada Selasa, 15 Desember 2020, persis di hari terakhir pelaksanaan penghapusan denda pajak atau lebih sering disebut sebagai pemutihan denda,” terang Yefri, Rabu (16/9).

Selain itu terang Yefri, juga ditemukan adanya calo yang berusaha menawarkan jasanya dalam pengurusan layanan di Kantor Samsat. Diduga aktivitas calo sudah berlangsung sejak lama. Hal ini dikuatkan dengan adanya laporan masyarakat ke Ombudman RI Perwakilan Sumbar.

Yefri menambahkan, bahwa temuan lainnya adalah belum terpenuhinya standar pelayanan publik. Diantaranya seperti petugas yang tidak menggunakan tanda pengenal, tidak adanya saluran pengaduan yang dapat diakses masyarakat dan ketiadaan petunjuk arah loket yang akan dituju masyarakat dalam setiap tahapan proses. Selain itu, layanan bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus tidak memadai.

“Disisi lain, masyarakat tidak diingatkan oleh petugas untuk selalu menerapkan protokol kesehatan selama berada di area kantor Samsat. Sehingga tampak adanya kerumunan di setiap loket, padahal sudah ada tanda jaga jarak. Juga ditemukan banyak masyarakat sebagai pengguna layanan, tidak menggunakan masker secara benar,” tandas Yefri.

Dari kegiatan mistery shopping ini ungkap Yefri, Ombudsman melihat beberapa potensi maladministrasi berupa permintaan imbalan uang, tidak kompeten dan tidak memberikan layanan terkait ketiadaan informasi yang jelas di Kantor Samsat.

“Terkait temuan permintaan imbalan uang, petugas telah melakukan perbaikan langsung dengan memasang informasi bahwa layanan cek fisik tidak dipungut biaya,” tegas Yefri. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional