Close

Tempat Usaha Boleh Buka hingga Pukul 22.00 WIB, 123 Orang Terjaring Operasi Yustisi

TERJARING OPERASI— Petugas Gabungan Satpol PP, Kepolisian menjaring ratusan orang yang tidak memakai masker serta merazia tempat usaha yang masih buka di atas pukul 22.00 WIB.

TANMALAKA, METRO
Ratusan orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) terjaring pada Operasi Yustisi yang dilakukan tim gabungan Satpol PP bersama Polresta Padang dan TNI pada Sabtu hingga Minggu (9/5) dinihari WIB.

Mereka terjaring karena didapati tidak menerapkan prokes pencegahan Covid-19. Padahal dalam Perda Kota Padang Nomor 1 tahun 2021 telah d atur tentang Perubahan Perilaku, yaitu Adabtasi Kebiasan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19. Bahwa diwajibkan setiap orang disiplin untuk menerapkan 3 M, memakai masker, mengatur jarak, dan sering sering mencuci tangan.

Kasat Pol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan, langkah tegas untuk menekan angka penularan virus tersebut wali kota juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai upaya pengendalian Covid-19 di Kota Padang. Pasalnya, diketahui dalam dua pekan terakhir ini di Kota Padang positif Covid-19 meningkat drastis.

“Surat edaran wali kota mengatur kepada setiap orang untuk bermasker  dan kepada pelaku usaha hanya diperbolehkan buka hanya sampai pukul 22.00 WIB. Jika setiap orang dan badan usaha didapati melanggar maka akan didenda serta disanksi sesuai Perda Nomor 1 tahun 2021,” ulasnya.

Operasi Yustisi yang digelar pada Sabtu malam kembali mendapati sejumlah tempat kuliner malam dan sarana hiburan lainnya. Didapati banyak pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. Langkah tegas petugas terpaksa mereka harus diangkut ke Mapolresta untuk dilakukan rapid tes antigen serta diinput ke dalam aplikasi Sistem Pelanggaran Perda (Sipelada).

“Dalam Operasi Yustisi ini kurang lebih  125 orang pelanggar didenda administrasi,” ucap Alfiadi.

Sesuai aturan bahwa khusus pelanggar masker terjaring petugas maka akan didenda Rp100.000. Dan apabila terjaring lagi orang yang sama, maka denda lebih berat denda Rp250 ribu atau kurungan dua hari.

Terkait dengan operasi yang digelar tim gabungan, Alfiadi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menerapkan perubahan perilaku di masa pandemi ini. Dan, minta kepada semua masyarakat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus penularan Covid-19 di Kota Padang.

“Mari bersama-sama dan tolong bantu pemerintah untuk memutus penularan dengan disiplin dan penuh kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes,” pungkasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top