Menu

Tempat Hiburan Malam Berkedok Kafe Keluarga Dirazia di Kabupaten Pasaman Barat, 6 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

  Dibaca : 165 kali
Tempat Hiburan Malam Berkedok Kafe Keluarga Dirazia di Kabupaten Pasaman Barat, 6 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan
DIRAZIA— Petugas Satpol PP Pasbar mendata para pengunjung dan mengamankan enam orang wanita pemandu lagu di dua tempat hiburan malam.

PASBAR,METRO–Enam orang lady room karaoke (pemandu lagu) diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) saat mela­kukan razia di dua tempat hiburan malam yang berkedok kafe keluarga di Kecamatan Kinali.

Plt Kepala Satpol PP Pasbar Saparuddin didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Handoko mengatakan, pihaknya melak­sanakan razoa pada Rabu dini hari (11/8) di Kafe Lili dan Kafe Adek yang ternyata menyediakan wanita sebagai penghibur pengunjungnya.

“Razia dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan keter­tiban umum serta keten­traman di tengah ma­sya­ra­kat dalam rangka mem­bera­ntas penyakit masya­rakat. Razia kali ini dila­kukan kepada kafe ke­luar­ga yang di dalamnya ter­dapat ruangan karaoke dan perempuan sebagai pemandu karaoke,” kata­nya kepada POSMETRO.

Dikatakan Saparuddin, ruangan karaoke yang ada di dua kafe itu tidak sesuai dengan yang namanya kafe karaoke keluarga. Apalagi, di dalam ruangan itu ada perempuan yang bernyanyi bersama laki-laki lain bukan muhrimnya di dalam ruangan gelap dan tertutup.

Ditambahkan Sa­paru­din, razia ini bukanlah kali pertama dilakukan, melain­kan sudah berulang kali dirazia, namun pihak kafe dan para pemandu lagu ini seolah tidak jera, walaupun sudah berulang kali datang dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Para pengelola kafe ini seolah tidak jera. Pasalnya walaupun telah sering di­panggil setiap kali terjaring razia, namun mereka ma­sih beroperasi,” katanya.

Dijelaskan Saparudin, para wanita pemandu ka­rao­ke yang setiap kali ter­jaring razia selalu dibawa ke kantor Satpol PP untuk diperiksa. Kemudian sudah dipulangkan ke daerah asalnya ataupun dikirim ke Panti Sosial Andam Dewi, Solok, namun mereka ma­sih kembali melakukan hal yang sama.

“Untuk enam orang wa­nita ini sebelumnya belum pernah diamankan. Saat ini sedang diperiksa dan akan dipulangkan ke rumah ma­sing-masing,” sebutnya.

Sapauridn mengimbau kepada para pengelola kafe untuk peka dan me­ma­tuhi peraturan yang ada. Sebab, kegiatan yang dila­kukan oleh seluruh kafe yang mempekerjakan wa­ni­ta pemandu lagu ini jelas melanggar perda Nomor 13 tahun 2018 tentang peru­bahan Perda Nomor 9 ta­hun 2017 tentang keama­nan dan ketertiban umum.

“Seluruh kafe karaoke yang ada di Pasaman Barat tidak mempunyai izin. Ka­mi minta kepada pemilik kafe untuk mengurus izin dan tidak menyediakan ruangan atau room ka­rao­ke,” tegasnya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional