Menu

Telkom Dukung 33 Desa Digital di Wilayah Terpencil

  Dibaca : 92 kali
Telkom Dukung 33 Desa Digital di Wilayah Terpencil
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mendistribusikan 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat dari tanggal 20 sampai tanggal 23 Juli 2021.

JAKARTA, METRO–Sebagai bentuk dari kepedulian untuk digitalisasi masyarakat Indonesia ter­masuk di wilayah pedesaan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mem­berikan bantuan kepada 33 Desa Rural di Jawa Barat. Bantuan berupa layanan akses internet berbasis satelit, Ma­ngoesky selama 1 Tahun ini diberikan ke desa-desa terpencil yang ada di daerah Bandung, Bandung Barat, Ka­rawang, Sukabumi, Cirebon, dan Tasik­malaya.

Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara melalui video conference kepada per­wakilan Kepala Desa dari Sukamulya (Bandung), Sukamulya (Sukabumi), Karangsari (Karawang), Argalingga (Cirebon), dan Bojongsari (Tasikmalaya). Turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui video conference, Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar dan Executive Vice President Telkom Regional III Jawa Barat Sujito.

Dalam sambutannya Edi Witjara mengatakan, bantuan CSR ini diha­rapkan dapat membantu desa-desa yang berada di wilayah blankspot dan 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) sehingga dapat menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan dan sektor lainnya.

“Layanan akses internet ini juga semoga dapat membantu desa dalam mengembangkan dan memperkenalkan potensi desa. Sehingga sektor ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya di desa-desa tersebut tetap dapat berjalan terutama di masa pandemi ini.” ujarnya.

Mewakili Pemprov Jawa Barat, Ben­ny Bachtiar mengatakan, bahwa dari target implementasi 5.000 desa digital di Jawa Barat, saat ini telah terealisasi 90%. Sementara itu masih ada 500 desa lagi yang belum mendapat layanan internet. Untuk itu, Pemprov Jabar mengharapkan dukungan Telkom untuk dapat memfasilitasi 23% penduduk Indonesia atau setara 50 juta penduduk yang membutuhkan layanan digital tersebut. Bagi Pemprov Jabar, digita­lisasi ini termasuk prioritas pemba­ngunan, yang selaras dengan program Smart Village yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama Telkom juga turut serta membangun Kolaborasi SME Space untuk UMKM di Jawa Barat. Edi Witjara mengatakan Telkom sebagai salah satu perusahaan yang bergerak pada bisnis digital, turut mendukung program pemerintah dalam peningkatan ekonomi pelaku bisnis mikro, kecil, dan menengah atau SME sebagai salah satu sektor industri penting dalam pereko­nomian.

Telkom memiliki beberapa produk digital yang dapat membantu para pelaku UMKM dalam berkembang menjalankan bisnisnya. “Sakoo, Bonum, Padi UMKM, merupakan beberapa produk yang dikembangkan oleh Telkom yang fokus pada sektor UMKM,” ujarnya.

Telkom juga melakukan kerja sama dengan Union Space yang merupakan salah satu perusahaan yang mengelola coworking space. Kerja sama ini untuk mendukung para UMKM agar dapat berkembang ke arah digital melalui produk-produk Telkom dan memfasilitasi para UMKM dalam ekspos produk UMKM serta dukungan melalui pelatihan dan pengembangan usaha UMKM de­ngan Rumah BUMN dan CDC.

“Harapan besar atas kerja sama ini semoga dapat meningkatkan kesejah­teraan para pelaku UMKM di Indonesia khususnya Jawa Barat menjadi UMKM yang naik kelas dan go digital,” tutupnya. (*/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional