Close

Telilit Utang Julo-julo, Pria Muda Nekat Curi Motor di Kabupaten Limapuluh Kota, Buron 2 Tahun, Ditangkap saat Pulang ke Rumah

PENCURI MOTOR— Tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota menggiring pelaku IW (24) yang terlibat kasus pencurian sepeda motor usai ditangkap di kediamannya.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Dua tahun buron karena kasus pencurian kenda­ra­an bermotor (curanmor), seorang pemuda warga Jorong III Koto Bangun, Nagari Koto Bangun, Ke­ca­matan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, ditang­kap saat kembali pulang ke rumahnya.

Pelaku berinisial IW (24) ini memang sulit untuk ditangkap. Pasalnya, usai melakukan aksi pencuri pada 4 Juli 2020 lalu, IW kabur dan berpindah pin­dah dari satu tempat ke tempat lain di Provinsi Riau hingga keberadaannya sulit untuk dideteksi Polisi.

Namun, pada akhir Fe­bruari 2022 lalu, Tim Satres­krim Polres Limapuluh Kota mendapatkan informasi jika IW, sudah berada di rumahnya di Jorong III Koto Bangun, Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX. Petugas pun langsung menangkap pelaku di ru­mah­nya tersebut dengan barang bukti mengaman satu unit sepeda motor Honda BeAT hasil curian­nya.

Saat dibekuk, IW tak bisa mengelak dan hanya bisa pasrah mengakui aksi pencurian dilakukan ber­sama seorang rekannya berinisial HA alias Botak. Tak menunggu lama, petu­gas bergerak cepat me­nuju kediaman HA, namun HA sudah menghilang dan diduga melarikan diri.

“Kita menangkap satu orang pelaku pencurian yang buron hampir dua tahu. Ia kita bekuk saat berada di tempat pangkas rambut di rumahnya. Se­men­tara, rekannya diduga kabur ke Riau,” kata Ka­polres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Kasat Reskrim, AKP Syafrinaldi, Selasa (8/3).

AKP Syafrinaldi me­nambahkan, meski be­lum berhasil menangkap re­kan tersangka IW ka­rena be­rada di Pekanbaru, Riau, na­mun pihaknya ber­hasil mengamankan ba­rang buk­ti satu unit sepeda motor yang diduga hasil pen­curian.

“Hasil pemeriksaan, tersangka IW mengakui bahwa ia memang mela­ku­kan aksi curanmor ber­sama rekannya pada 4 Juli 2020 lalu. Tersangka ber­sama temannya memasuki rumah korban dengan cara memanjat jendela dan men­­congkel jendela meng­gunakan obeng,” ungkap AKP Syafrinaldi.

Ditambahkan AKP Sya­fri­naldi, setelah berhasil masuk ke dalam rumah korban, tersangka dan re­kan­nya Botak tidak mene­mu­kan benda-benda ber­harga dalam rumah, tetapi menemukan satu sepeda motor di bagian tengah rumah. Tapi, karena tidak melihat kunci sepeda motor, tersangka masuk ke salah satu kamar di rumah itu untuk mencari kunci motor.

“Setelah menggeledah seisi rumah, tersangka akhirnya menemukan kun­ci motor dalam lipatan kain. Saat itu juga, tersangka dan rekannya membawa kabur sepeda motor itu ke Koto Malintang untuk dijual,” ujar AKP Syafrinaldi.

Saat dinterogasi, ter­sang­ka IW juga mengakui ne­kat melakukan pencu­rian motor karena terlilit utang julo-julo arisan. Dia mengakui hasil penjualan motor itu dibagi dua de­ngan rekannya Botak. Se­dangkan bagiannya, lang­sung dibayarkan  untuk utang arisan sebanyakRp 600 ribu dan sisanya Rp 200 ribu digunakan untuk kebu­tuhan lainnya.

“Saya mencuri karena terlilit utang pak. Awalnya bukan untuk mencuri motor. Tapi, ketika masuk ke rumah korban, tidak ada barang berharga dan yang ada hanya sepeda motor. Makanya, sepeda motor itu yang saya curi,” tutupnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top