Menu

Telah 10 Tahun Mengabdi untuk Sumbar, Irwan Prayitno Merasa Puas

  Dibaca : 189 kali
Telah 10 Tahun Mengabdi untuk Sumbar, Irwan Prayitno Merasa Puas
Irwan Prayitno

PADANG, METRO
Kepemimpinan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur, Nasrul Abit bakal berakhir 16 Februari 2021 mendatang. Selama 10 tahun menjadi Gubernur Sumbar dengan pasangan wakil gubernur yang berbeda, Irwan Prayitno mengaku cukup puas dengan kinerjanya selama ini.

Selama 10 tahun memimpin Sumbar, Pemprov Sumbar meraih 400 penghargaan atas berbagai prestasi yang diraih. Jumlah penghargaan yang diraih tersebut merupakan yang terbanyak di Indonesia.

“Nomor satu paling banyak kita. Saya puas. Bukan karena banyaknya penghargaan yang saya raih. Yang membuat saya puas, saya telah 10 tahun mengabdi untuk masyarakat Sumbar. Full dengan keseriusan dan kesungguhan saya untuk Sumbar. Saya tidak pernah mengambil manfaat dari jabatan selama 10 tahun ini dan mengikuti aturan yang berlaku,” ungkap Irwan Prayitno, saat Diskusi Bulanan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Jumat (15/1) di Padang.

Irwan Prayitno mengungkapkan, prinsipnya bekerja selama ini, ingin punya niat baik, bekerja sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah SWT. “Biarkan kita bekerja, Allah dan Rasul yang menyaksikan. Sampai hari ini, selama 10 tahun saya diberi kesehatan. Saya bekerja dalam keadaan sehat wal’afiat,” terang Irwan Prayitno.

“Sampai hari ini saya belum pernah dirawat inap. Saya belum pernah sakit membatalkan acara. Selama 10 tahun. Padahal, satu hari, kegiatan saya sampai 10 kali. Tidak pernah ada saya membatalkan acara, karena sakit. Alhamdulillah,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga menambahkan, pengabdiannya untuk Sumbar selama 10 tahun cukup besar. Bahkan, dirinya bekerja selama ini pulang sampai jam 24.00 WIB dan bangun tidur kembali pagi dini hari pukul 04.00 WIB. “Jam 12 malam tidur dan bangun jam empat pagi tiap hari. Waktu saya hanya bekerja untuk masyarakat Sumbar, ada rapat dan segala macamnya,” ungkapnya.

Sekali lagi, Irwan Prayitno mengungkapkan kepuasannya terhadap kerjakerasnya untuk Sumbar. “Begitu saya sudah bekerja, tidak ada waktu saya libur. Sabtu Minggu terisi semua jadwal saya untuk bekerja. Sudah seperti ini saya bekerja. Hasilnya apapun saya ucapkan Alhamdulillah. Walau pun kurang-kurang saya sudah maksimal,” terangnya.

Irwan Prayitno juga mengungkapkan selama 10 tahun bekerja sebagai Gubernur Sumbar, dirinya juga tidak pernah korupsi. Padahal, begitu banyak proyek-proyek pembangunan yang dikerjakan. Tidak ada satu pun niatnya untuk bermain-main dalam pelaksanaan proyek pembangunan selama ini.

“Bahkan untuk proyek yang sifatnya penunjukan langsung (PL), saya tidak pernah ikutan. Untuuk urusan izin-izin, saya tidak pernah main main. Gak laku sama saya yang bermain-main itu. Niat baik saya ini untuk kemajuan Sumbar. Yang penting saya sungguh-sungguh.” terangnya.

Irwan Prayitno secara blak-blakan juga mengungkapkan, meski sudah mengabdikan diri bekerja untuk masyarakat, dirinya tidak mempermasalahkan hanya menerima gaji Rp8,5 juta per bulan. “Jika dihitung, dengan gaji demikian, tidak balik pokok. Sementara, dana taktis juga habis terus. Untung saja istri saya seorang pengusaha,” ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengatakan, ke depan Provinsi Sumbar akan memiliki Gubernur dan wakil Gubernur yang baru. Bagi Irwan prayitno, ganti pimpinan akan ganti suasana. Namun, Irwan Prayitno berharap, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar ke depan dapat melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan selama dirinya memimpin Sumbar.

Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy selaku Penasehat JPS Sumbar mengapresiasi kegiatan JPS yang memberikan kesempatan kepada Gubernur Sumbar menyampaikan hasil kinerjanya dalam memimpin Sumbar. Kegiatan diskusi bulanan kali ini dengan tema “Terima Kasih Pak Gubernur Irwan Prayitno” merupakan bentuk kearifan lokal yang hebat.

“Ini pertama ada kelompok Pemred mengapresiasi pemimpin daerah yang akan mengakhiri tugasnya. Selama ini tidak pernah ada kegiatan Terima Kasih kepada Pak Gubernur-nya, “ ujar Leonardy Harmainy.

JPS sebagai komunitas adalah kekuataan dalam ikut jadi corong program pembangunan pemerintahan. “Support selalu kegiatan pembangunan. Karena itu positif. Tapi tetap tak mengurangi kritisi selalu insan pers, “ ujar Leonardy. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional