Menu

Tekanan Publik untuk Timnas Tinggi, Iwan Bule Ngaku Nyesal jadi Ketua PSSI di Tengah Pandemi

  Dibaca : 116 kali
Tekanan Publik untuk Timnas Tinggi, Iwan Bule Ngaku Nyesal jadi Ketua PSSI di Tengah Pandemi
LAMBAIAN--Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, melambaikan tangan saat menonton Timnas U-22 melawan Thailand pada SEA Games 2019.

JAKARTA, METRO–Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani menceritakan, tekanan yang dihadapi pihaknya, termasuk Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, dalam menghadapi eks­pek­tasi publik terhadap pres­tasi Timnas Indonesia di tengah pandemi Covid-19, cukup tinggi.

Hasani mengungkapkan, ketika terpilih sebagai Ketua PSSI pada November 2019, Iriawan begitu serius membangun Timnas Indonesia dengan me­nunjuk Shin Tae-yong yang notabene pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.

“Dari pertama kali saya terpilih sebagai anggota Exco, Ketua PSSI itu sangat konsen sekali dengan Timnas Indonesia. Waktu kami pilih Shin Tae-yong, kami mengharapkan dia bisa membawa Timnas Indonesia naik peringkat FIFA,” kata Hasani di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Praktis, baru beberapa bulan Iriawan menjabat sebagai Ketua PSSI dan Shin Tae-yong sebagai nakhoda Timnas Indonesia, pandemi Covid-19 melumpuhkan aktivitas dunia, termasuk sepak bola. “Namun, kondisi yang terjadi saat ini karena pandemi, Ketua PSSI sampai mengeluh terus kepada saya. ‘Aduh, kalau tahu begini, kami dulu tidak usah milih menjadi pengurus PSSI’. Sebab, kami ketiban sial­nya saat ini,” imbuh Ha­sani.

Timnas Indonesia tidak banyak berkegiatan di ma­sa pandemi. Kompetisi pun mati suri. Sekalinya bermain, tim berjulukan Skuad Garuda itu menjadi bulan-bulanan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia karena minim persiapan.

“Kami dimarahi. Seakan-akan masyarakat se­pak bola itu tidak mau peduli karena sedang pandemi. Yang mereka tuntut, mengapa Timnas Indonesia seperti ini, mengapa seperti itu,” jelas Hasani.

“Kalau saya perhatikan apa yang Shin Tae-yong lakukan di Timnas Indonesia level usia, saya yakin dengan dia secara proses. Kalau di timnas senior, saya belum lihat,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris dari Mahaka Sports dan Entertainment tersebut.

Hasani masih percaya dengan tangan dingin Shin Tae-yong dalam memoles Timnas Indonesia level usia. Asalkan, pelatih berusia 52 tahun itu diberikan kepercayaan penuh selama beberapa tahun lagi.

“Saya pikir, kalau pro­sesnya untuk dua atau tiga tahun ke depan, saya yakin peringkat ke-174 Timnas Indonesia di ranking FIFA akan naik. Tapi tidak bisa saat ini, karena kompetisi baru berjalan,” ungkap Hasani.

“Kami selesaikan dulu ini supaya masyarakat sepak bola terhibur, kompetisi bisa jalan, ma­sya­rakat dan pemain juga tidak kehilangan mata pen­cahariannya. Jadi ini dulu yang kami sukseskan,” ujarnya.

Hasani berharap Timnas Indonesia dapat berprestasi demi mewujudkan Inpres No.3/2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional

“Kami ingin Timnas Indonesia berprestasi dan masuk di catatan saya. Karena Inpres Nomor 3 2019 itu ujung-ujungnya adalah prestasi Timnas Indonesia. Jadi apapun yang dibicarakan, ujungnya ke sana. Kalau sudah sama-sama kita pikirkan tidak berprestasi juga, siapa yang salah?” ungkap Ha­sani. (*/boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional