Menu

Tekan Produksi Sampah, Warga Diimbau Budidayakan Ulat Maggot

  Dibaca : 67 kali
Tekan Produksi Sampah, Warga Diimbau Budidayakan Ulat Maggot
IMBAUAN— Kadis Lingkungan Hidup Bukittinjggi Syafnir mengimbau warga untuk membudidayakan ulat maggot pemakan sampah organik.

BUKITTINGGI, METRO
Produksi sampah di Bukittinggi sangat besar. Bahkan, untuk rata-rata per hari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi memasok sampah ke TPA regional Payakumbuh, sebanyak 100 ton. Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi Syafnir menjelaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Pemko akan terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kebersihan, salah satunya dalam membersihkan sampah.

“Kami setiap hari melaksanakan rutinitas penjemputan sampah ke masyarakat, TPS dan menyapu jalanan. Selanjutnya sampah itu dikirim ke TPA regional Payakumbuh. Jumlah sampah Bukittinggi merupakan jumlah terbanyak yang masuk ke TPA Payakumbuh dibanding daerah lainnya,” ungkap Syafnir.

Namun demikian, pemko melalui DLH terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah. Seperti, pemilahan sampah kemudian diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Namun, salah satu upaya terbaru, pengurangan sampah dapat dilakukan dengan budidaya ulat maggot.

“Ulat magot itu, dapat memakan sampah. Sehingga dengan budidaya maggot, masyarakat dapat mengurangi sampah runah tangga yang dihasilkan. Selain itu, ulat magot juga bernilai ekonomis,” jelas Syafnir.

Kadis DLH melanjutkan, budidaya ulat maggot banyak memberikan keuntungan. Di antaranya, harga ulat maggot cukup mahal di pasaran, ulat maggot juga bisa menjadi pakan ternak.

“Satu kilo bibitnya saja bisa mencapai Rp150 ribu. Jika ini bisa dibudidayakan oleh masyarakat, tentu akan banyak keuntungannya. Ulat magot bisa mengurai dan menghancurkan sampah, bisa dijual dan bernilai ekonomis. Ulat maggot juga bisa menjadi makanan ternak seperti ayam, ikan dan itik. Jadi banyak keuntungannya,” ujar Syafnir.

Untuk itu, DLH mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Mematuhi aturan ketentuan baru pembuangan sampah dari pukul 6 sore hingga 3 dini hari, pisahkan sampah organik dan anorganik, olah sampah yang bisa dijadikan barang bernilai ekonomis serta budidayakan ulat maggot. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional