Close

Tekan Inflasi, Pemko Siapkan 35.000 Bibit Cabai Siap Tanam

BERTANAM CABAI MERAH— Pj.Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda, turun gunung ikut menanam cabai merah, terung dan lainnya.

POLIKO, METRO–Menekan inflasi pada harga cabe, pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Payakumbuh mengalokasikan sebanyak 35.000 batang benih cabe yang akan dibagikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), organisasi perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan. ”Kita menyediakan bibit siap tanam yang akan kita distribusikan pada minggu pertama November. Kita juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, mereka menyediakan polibag dan kompos,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra kepada media, Kamis (27/10).
Depi menerangkan, inflasi terjadi diakibatkan oleh sektor pertanian dengan naiknya harga bawang dan cabe, seharusnya ada harga keseimbangan, pe­tani tidak merugi dan konsumen tidak kemahalan membeli.

”Kita berharap segera bisa keluar dari kondisi ini, meski saat ini harga cabe mulai menurun. Tapi kita terus berkoordinasi bersama pakar cabe dan ke­lompok-kelompok tani, ba­gaimana hasil cabe pe­tani terus bagus dan ada keseimbangan harga,” kata Depi di­dam­pingi Kabid TPH-Bun Rozi Alleni.

Sebenarnya, kata De­pi, harga seimbang cabe di pasaran adalah antara Rp. 30.000 hingga Rp. 40.000, dengan harga ini petani tidak dirugikan menjual produk dan konsumen tidak kemahalan membeli. ”Meski kita akui biaya produksi memang cukup tinggi, karena naik­nya harga pestisida dan pupuk, kita berusaha me­ngantisipasi problem pupuk ini dengan mendorong kelompok tani untuk memproduksi pupuk organik melalui unit pengolahan pupuk organik, di bawah binaan dinas pertanian,” tegasnya.

Diinformasikannya ju­ga, agar optimalnya bibit yang didistribusikan ini nantinya, petani diharapkan terbuka dan luwes untuk sering bertanya dan berkoordinasi dengan Pe­nyuluh Pertanian Lapa­ngan (PPL) yang bisa mem­berikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan di bidang pertanian. ”Kita juga ada sekolah lapangan bagi kelompok tani. Bersama mengajak masyarakat mensosia­lisasikan cabe dan ba­wang, dikawal oleh penyuluh pertanian. Penyuluh adalah sobat petani, me­ngawal petani, meningkatkan kesejahteraannya. Mudah-mudahan dengan kerja sama pemda dan masyarakat, inflasi bisa ditekan,” ujarnya.

Terakhir, Depi menjelaskan untuk komoditi bawang telah dianggarkan pada APBD tahun 2022, pengadaannya sebanyak kurang lebih 3,7 hektar dan sudah dibagikan ke kelompok tani. “Pada APBD 2022, kita sudah salurkan bibit siap tanam seperti terung dan cabe,” tukuknya.

Depi juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dengan Kota Payakumbuh mendapat alokasi anggaran dari APBN untuk bibit cabe sebanyak 20 hektar, lokasinya di Kecamatan Payakumbuh Timur sebanyak 10 hektar, dan sisanya di Kecamatan Latina. “Kita prediksi hasil dari penenaman cabe melalui bantuan itu lebih kurang 3000 ton,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi Penjabat Wali Kota Rida Ananda menyampaikan mengendalikan inflasi a­da­lah salah satu tugas khususnya dari Presiden RI Joko Widodo. Rida be­rupaya menjawab keluhan-keluhan petani yang kesulitan bahan produksi dan masyarakat yang kesulitan dengan daya beli. ”Keseimbangan antara dua ini harus ada, kalau tidak maka akan menimbulkan kondisi ekonomi ekstrim. Sementara kita tahu, masyarakat kita sa­ngat konsumtif dengan cabe,” kata Rida.

Rida berharap kebe­radaan terminal agrobisnis dan dengan adanya gerakan ASN membeli cabe dari petani, dapat menjadi beberapa opsi solusi untuk problem ini. Pihaknya siap bersinergi dengan berbagai pihak, baik untuk berdiskusi dan berkoodinasi memecahkan persoalan pertanian dan menyerap aspirasi petani. ”Meski hanya 7-9 persen kontribusi pertanian untuk perkembangan ekonomi di Kota Payakumbuh, tapi itu cukup berpengaruh. Kita harus terus berusaha meningkatkan hasil pertanian. Kami berharap ada ide-ide brilian yang diciptakan, kalau warga bermasalah de­ngan produksi pertanian dari hasil taninya, maka itulah gunanya pemerintah mencarikan solusi,” pungkasnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top