Menu

Tawuran, 9 Pelajar SMKN 8 Padang Diamankan Polisi

  Dibaca : 631 kali
Tawuran, 9 Pelajar SMKN 8 Padang Diamankan Polisi
TAWURAN— Polsek Lubukbegalung mengamankan 9 remaja usai melakukan tawuran Kamis (3/6) sore. Sementara pelajar lainnya berhasil kabur.

PADANG, METRO–Sembilan siswa Sekolah Menengah Keju­ruan Negeri (SMKN) 8 Padang diamankan jajaran Polsek Lubuknegalung. Mereka diduga melakukan tawuran di kawasan Cangkeh Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Kota Padang.

Kesembilan remaja ter­sebut diamankan Kamis (3/6) sore dengan masih meng­­gunakan seragam sekolah bewarna putih abu-abu. Mereka diamankan de­ngan kondisi seragam ter­dapat bekas coretan dalam rangka merayakan kelu­lusan.

Salah seorang remaja yang diamankan berinisial S di Polsek Lubukbegalung mengaku tidak mengetahui dari mana asal sekolah yang menyerang mereka. Di saat mereka menunggu hasil kelulusan di sekolah.

“Tadi sedang menung­gu hasil kelulusan di seko­lah. Saat akan pulang, ada segerombolan anak dari sekolah lain yang datang dan mengeluarkan senjata tajam hendak menyerang ke sekolah kami. Kemudian polisi datang dan saya sudah dibawa ke Pol­sek,” sebutnya.

Kapolsek Lubukbe­ga­lung AKP Chairul Amri saat dikonfirmasi terkait dia­mankannya  remaja ter­sebut menduga telah terja­dinya tawuran antar dua sekolah yakni antara SM­KN 8 dan SMKN 5 Padang.

“Yang kita amankan ada 9 orang yang keselu­ruhannya dari SMK 8 se­men­tara yang lainnya ber­hasil kabur dari kejaran anggota kita,” sebut Chai­rul Amri.

Dikatakannya, remaja tersebut diamankan terkait laporan dari Polsek Lubuk­kilangan dan laporan ma­syarakat akan adanya re­m­aja melakukan aksi ta­wuran yang langsung ditin­daklanjuti oleh personel Polsek Lubukbegalung.

“Mereka ditemukan se­dang berkumpul di kawa­san lapangan bola Ceng­keh Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, dan saat datang mobil patroli, me­reka melarikan diri dan bersembunyi sampai ke dalam sekolah. Kita kejar dan kita amankan seba­nyak 9 orang. Kita juga dibantu oleh pihak keama­nan sekolah untuk menga­mankan mereka yang ka­bur yang lari ke dalam kawasan sekolah terse­but,” sebutnya.

Dilanjutkannya, remaja tersebut diamankan ka­rena dikhawatirkan akan mengganggu ketertiban umum walaupun saat dia­mankan mereka terlihat belum melakukan tawuran.

“Mereka yang diaman­kan sudah dalam kondisi baju tercoret-coret semua­nya. Mereka sedang me­nunggu hasil kelulusan secara online. Jadi diduga sedang merayakan kelu­lusan dengan coret-coret baju. Selain mengamankan murid SMK, kami juga me­ngamankan sepeda motor sebanyak 4 unit,” tuturnya.

Usai diamankan, re­maja tersebut dipotong rambutnya dan me­mang­gil orang tua mereka seka­ligus untuk pembinaan bagi remaja yang diamankan tersebut. ”Kita panggil orang tuanya, dari kita diberi pembinaan dengan melakukan pemotongan rambut sampai botak, dan selanjutnya melakukan koor­dinasi dengan pihak Satpol PP Pa­dang,” tutur­nya.

Chairul Amri mengim­bau kepada murid sekolah yang merayakan kelulusan untuk tidak melakukan ko­nvoi dan tawuran karena hal tersebut tidak dibe­narkan apalagi masih dite­ngah pandemi covid-19 sekarang ini.

“Kita saat ini masih dalam masa pandemi, jadi diharapkan dan diimbau kepada semua pelajar SMA atau SMK agar tidak mera­yakan dengan cara yang tidak dibenarkan. Kami juga berharap, adanya pengawasan dari orang tua, karena pada saat pan­demi pengawasan orang tualah yang paling utama. Bagi yang masih melanggar akan kita ma­sukkan dalam Aplikasi Si­pelada dengan ber­koor­dinasi dengan petugas Satpol PP Padang,” tu­tupnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional