Menu

Tarif Pesawat tak Turun Signifikan, Gelombang Pengangguran Ancam Sektor Pariwisata

  Dibaca : 96 kali
Tarif Pesawat tak Turun Signifikan, Gelombang Pengangguran Ancam Sektor Pariwisata
Ilustrasi

KHATIB, METRO – Dinas Pariwisata Sumbar kecewa dengan pemberlakuan tarif baru dari penurunan tiket beberapa waktu lalu. Pasalnya, penurunan tarif batas atas cuma berlaku bagi maskapai dengan pelayanan penuh atau full service, seperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

Sementara, tarif batas atas untuk maskapai penerbangan tarif rendah (low cost carrier/LCC), seperti Lion Air dan Citilink Indonesia, tidak turun. Maskapai LCC ini hanya diimbau untuk mematok harga penjualan tiket pesawat sekitar 50 persen dari tarif batas atasnya.

”Harga itu masih mahal, sama juga tidak ada perubahan yang signifikan, baganti baruak jo cigak. Sama saja bohong,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, Senin (20/5).

Menurut Oni, tidak ada penurunan signifikan yang benar-benar memancing perantau pulang dan pengunjung datang ke Sumbar menggunakan pesawat. Hal itu akan berpengaruh kepada kunjungan ke Sumbar. Oni menerka, tidak akan ada maskapai yang memakai tarif batas bawah.

Oni mengaku sudah capek dengan hal tersebut. Tiap saat pihaknya teriak, menyuarakan pelanggan dan secara khusus wisatawan dibantu oleh media. Namun, efek dari masih mahalnya tiket pesawat domestik sangat terasa. Dampak sangat dirasakan pelaku pariwisata terutama, mulai dari travel agen hingga pelaku UMKM di Sumbar.

“UMKM yang paling terpukul, omset pelaku UMKM mengalami penurunan hingga 40 persen. Sebab, selain tiket mahal juga bagasi berbayar menjadi penyebabnya,” terang Oni.

Efek dari banyaknya pengguna jasa travel agen yang membatalkan booking berwisata ke Sumbar. Meskipun pihaknya tidak hitung statistiknya. Namun, secara tahunan terjadi penurunan sekitar 50 persen selama April 2019, dibandingkan dengan periode sama 2018.

“Tentu kami tetap mendesak maskapai untuk menurunkan harga tiket. Bila dibiarkan, dikhawatirkan akan memicu gelombang pengangguran pada sektor pariwisata,” tutup Oni.

Dalam aturan Kementerian Perhubungan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah baru. Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Tarif atas Jakarta – Padang Rp 2.608.000 sementara tarif batas bawah Rp913.000.

“Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Tarif Angkatan Udara dikutip dari CNN Indonesia.

Pantauan POSMETRO dibeberapa penjualan tiket online, hari ini (kemarin) harga tiket pesawat Jakarta-Padang berkisar Rp1,2 juta ke atas bahkan ada yang menjual Rp1,7 juta. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional