Menu

Tarif Ojol Naik, Angkot Kembali Bergairah , ”Biasonyo Anak Sikolah Langang, kini Alah Rami”

  Dibaca : 342 kali
Tarif Ojol Naik, Angkot Kembali Bergairah , ”Biasonyo Anak Sikolah Langang, kini Alah Rami”
SOPIR ANGKOT TERSENYUM— Sejak kenaikan tarif ojol, angkot kembali bergairah. Sopir angkot mengaku, sewa atau penumpang mereka lebih banyak, terutama para pelajar. (hendra/posmetro)

PASARRAYA, METRO – Kenaikan tarif ojek online (ojol) memberikan efek positif untuk angkutan kota (angkot) di Kota Padang. Angkot ini kembali dilirik warga di saat tarif ojol naik dua kali lipat.

Para pelajar, mahasiswa bahkan pegawai kantoran kembali beralih ke angkot. Di bundaran Aiamancua Pasar Raya Padang, Rabu (11/9), angkot terlihat banyak yang penuh oleh para pelajar berseragam sekolah.

Sejumlah pelajar yang dijumpai POSMETRO, mengakui jika mereka beralih ke angkot dan juga Trans Padang, karena tarif ojol yang dinilai terlalu mahal. Jika biasanya pelajar hanya membayar Rp4.000, kini menjadi Rp9.000.

Arul (16), seorang pelajar mengatakan, ia harus naik angkot karena tarif Gojek langganannya ke sekolah dulu sudah sangat mahal sekali. “Dulu tarifnya masih terjangkau. Sekarang naiknya luar bisa bang, tidak sesuai dengan kantong kita. Namun, kalau pagi angkot susah untuk di-stop karena banyak yang penuh,” keluh Arul pelajar SMA swasta itu.

Hal serupa dikatakan, Fitri (19). Sebelumnya dirinya rutin naik Gojek ketika pulang sekolah. Tapi, sekarang terpaksa beralih ke angkot. “Sejak ongkos Gojek naik, saya beralih naik angkot lagi. Gojek kemahalan, namun bila mendesak kali baru naik ojol,” tukasnya.

Sementara itu, sopir angkot jurusan Pasar Raya via Lubukbuaya, Roni (32) mengaku, jika sekarang sewa atau penumpang mengalami peningkatan. Itu terlihat dari hasil manambang setia harinya.

“Alhamdulillah. Kini sewa rami da, indak tahu dek apo wak do. Biasonyo anak sikolah ko langang mah. Kini jam pagi jo sore pas jam pai jo pulang lai rami, mungkin dek ongkos ko Gojek naiak nak. Tapi wak basyukur mah, lari urang ka angkot lai,” kata Roni.

Sementara itu, Pengamat Trasportasi Universitas Andalas Purnawan, mengatakan tarif ojol naik sebagian akan berpengaruh terhadap berpindah pengguna ojol ke angkot, namun seperti kita ketahui, kenaikan itu hanya berpengaruh ke segmen pengguna tertentu dengan penghasilan terbatas.

“Bagi pengguna dengan penghasilan yang dibilang mampu kenaikan tarif tersebut tidak sensitif atau tidak berpengaruh. Mereka akan tetap menggunakan ojol, karena pengguna umum yang jalurnya tidak dilewati oleh angkot, mereka tidak punya pilihan lain akan tetap menggunakan ojol. Secara umum kenaikan ini tidak berpengaruh banyak ke pengguna ojol,” ucapnya

Purnawan yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Sumbar menambahkan, diharap Kota Padang segera mengoperasikan angkutan masal Trans Padang untuk rute-rute yang lain.

“Sudah terlalu lama bus bantuan Kementerian Perhubungan nongkrong di terminal barang Bandabuek. Karena jumlah dan daerah pelayananTrans Padang terbatas, maka Pemko Padang harus punya rencana untuk meremajakan angkot yang sudah ada sehingga mempunyai tingkat kenyamanan seperti di bus Trans Padang,” lugasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional