Menu

Targetkan Produksi Ikan Air Tawar 7, 335 Ton

  Dibaca : 170 kali
Targetkan Produksi Ikan Air Tawar 7, 335 Ton
Targetkan Produksi Ikan Air Tawar 7, 335 Ton

SOLOK, METRO
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, targetkan untuk tahun 2020 produksi ikan air tawar mencapai 7, 335 ton ikan. Potensi ini terlihat, baik dari budidaya di sawah, kolam, keramba jaring apung, dan penangkapan ikan di sungai atau danau di Kabupaten Solok.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Solok, Admaizon menyebutkan, target itu tampak dari produksi ikan budidaya 6.738 ton dan dari hasil tangkapan 597 ton. Target tersebut ditingkat dari capaian tahun 2019 yang yakni 6.965 ton , atau ikan budidaya 6.417 ton dan hasil tangkapan 548 ton.

“Kami optimisi target ini tercapai, apalagi tahun lalu dengan berbagai kendala produksi ikan di Kabupaten Solok masih bisa mencapau target, jadi sekarang target kita naikkan, begitu juga persoalan bantuan bibit ikan dan bantuan lainnya kita naikkan juga,” ujar Admaizon.

Dari data terakhir luas kolam pada 2018 mencapai 380,14 hektare. Dimana kolam tersebut hampir merata di seluruh kecamatan. Untuk mencapai target 2020, pihaknya memberikan bantuan benih ikan untuk kelompok budidaya sehingga dapat memaksimalkan produksi mereka. Adapun daerah potensial pembibitan ikan kolam yakni di Kotosani Kecamatan X Koto Singkarak, Sungaijaniah Kecamatan Gunung Talang. Serta Kawasan Kecamatan Bukit Sundi.

Disebutkannya, secara keseluruhan produksi ikan air tawar terbesar di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih dan lainnya, yang semuanya terpusat di Danau Singkarak, baik melalui keramba jaring apung maupun nelayan pancing.

Untuk melestarikan ikan endemik Danau Singakarak, Pemkab Solok dibantu Dinas Perikanan Sumbar juga telah menertibkan bagan apung yang dapat merusak ekosistem di Danau Singkarak.Langkah untuk mempertahankan kondisi danau singkarak saat ini, maka butuh upaya sosialisasi berkelanjutan, pihaknya juga akan melakukan pemantauan berkala, bagaimana perkembangan kondisi danau setiap bulannya.

“jika ada yang kembali memasang bagan, maka akan banyak yang mengikuti itu, sehingga bagan yang telah ditertibkan kembali berserakan di danau Singkarak,” tambah Admaizon.

Pihaknya akan mengikuti arahan dari Pempov Sumbar, jika ditugaskan melakukan penertiban maka hal tersebut akan dilakukan sesuai aturan yang ada. Sebab, menurutnya dalam penertiban selalu ada oknum yang kontra, sehingga dalam beberapa kesempatan penertiban tersebut sempat gagal.

Pemerintah setempat juga sudah memiliki Perda Tata Ruang Danau Singkarak yang membedakan wilayah konservasi, untuk pariwisata dan lainnya.
Selain itu Bupati Solok juga meminta untuk mengurangi jumlah keramba jaring apung dalam rangka menyelamatkan Danau Singkarak dari pencemaran limbah pakan ikan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional