Menu

Target Sekolah Swasta adalah Keluarga Mapan di Padang Pan­jang

  Dibaca : 52 kali
Target Sekolah Swasta adalah Keluarga Mapan di Padang Pan­jang
KONFERENSI PERS— Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Anwarudin Sulistiyono saat konferensi pers terkait penyidikan kasus penyimpangan pembayaran ganti rugi lahan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin.

PDG.PANJANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat Mahyeldi mengatakan sekolah swasta harus me­nargetkan siswa dari ke­luarga-keluarga yang me­lek pendidikan dan memi­liki kemampuan secara ekonomi. “Salah satu cara untuk bisa menarik per­hatian dari keluarga mam­pu ini adalah dengan me­miliki keunggulan secara kualitas dan jaminan bah­wa lulusannya nanti bisa lebih baik daripada ta­matan sekolah negeri,” katanya saat menghadiri Lokakarya dan Rapat Kerja tahun ajaran 2021-2022  SDIT Ma’arif Padang Pan­jang, Selasa (6/7)

Jaminan yang bisa di­beri­kan itu misalnya seta­mat sekolah siswanya me­miliki hafalan Al Quran sekian juzz, atau dijamin bacaan sholatnya bagus. “Dengan keunggulan dan jaminan itu diyakini akan banyak masyarakat yang tertarik menyekolahkan anak di sekolah swasta,” katanya.

Mahyeldi mengatakan sekolah swasta memiliki potensi yang sangat besar untuk memiliki kualitas lebih baik dari sekolah pemerintah karena bisa mengumpulkan uang lebih banyak berdasarkan kese­pakatan bersama orang tua siswa.

Ia meyakini tingginya biaya pendidikan di seko­lah swasta yang akan ber­banding lurus dengan kua­litas pendidikan yang dibe­rikan.  “Hal inilah yang harus diambil peluangnya oleh sekolah-sekolah swas­ta,” ujarnya.

Sebelumnya ada kon­sep sekolah swasta untuk siswa yang kurang mampu. Secara konsep sangat baik. Namun ternyata pada a­khir­nya sekolah-sekolah tersebut tetap bergantung kepada pemerintah.

Pola itu harus diubah. Sekolah swasta targetnya bukan lagi orang tidak mampu, tetapi orang yang mampu secara ekonomi dan memiliki perhatian yang lebih bagi pendidikan anak-anaknya.

Mahyeldi memprediksi ada sekitar 30 persen ma­syarakat Sumbar yang me­menuhi syarat itu.

Sementara untuk siswa kurang mampu, menjadi tanggung jawab peme­rintah untuk memberikan pendidikan yang layak.

Selain keunggulan dari segi kualitas Mahyeldi juga meminta pihak yayasan sekolah swasta untuk me­mi­kirkan jaminan hidup bagi guru-guru yang me­ngajar.

Berdasarkan penga­la­man­nya di dunia pendi­dikan, perasaan guru dan kenyamanan sangat pen­ting untuk menjaga kua­litasnya saat mengajar.

“Kepastian dalam pen­dapatan akan memberikan rasa nyaman bagi guru-guru dan mereka bisa full dalam memberikan pem­belajaran sehingga kua­litas anak-anak yang lulus dari sekolah tersebut pun bisa terjamin,” katanya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional