Menu

Target Produksi Panen Padi Naik 50 Ribu Ton

  Dibaca : 268 kali
Target Produksi Panen Padi Naik 50 Ribu Ton
Panen padi di Sijunjung dengan menggunakan alsintan modern, combine harvester sebagai salah satu dorongan kepada petani untuk memajukan sektor pertanian di Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sijunjung, Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung menargetkan produksi padi hasil panen pada tahun 2021 sebesar 150 ribu ton. Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, sebesar 20 persen.

Upaya itu dilakukan untuk mendorong produktifitas hasil panen padi milik petani di Kabupaten Sijunjung dalam menjaga ketahanan pangan, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Stabilitas pangan harus tetap dijaga. Ini untuk menjaga agar kondisi ketahanan pangan kita di Sijunjung dan Sumbar tetap stabil, sehingga tidak terjadi lonjakan harga dan krisis pangan yang bisa berdampak pada perekonomian masyarakat,” tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ir.Ronaldi.

Untuk itu, pihaknya meletakkan target produksi hasil panen di tahun 2021 ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. “Pada tahun 2020 sebesar 130 ribu ton padi. Di tahun ini kita targetkan menjadi 150 ton, naik sebanyak 20 ribu ton. Hal itu kita upayakan dari dorongan dari Dinas Pertanian melalui program-program untuk mendorongnya,” tuturnya.

Meskipun Sijunjung masih dalam kondisi surplus padi, hasil panen tetap menjadi perhatian dan terus ditingkatkan. “Target produksi panen padi yang ditetapkan tersebut berdasarkan dari data lahan sawah seluas 10.225 hektar sawah yang tersebar di 8 kecamatan,” tuturnya.

Kemampuan produksi padi rata-rata per hektare, mencapai lima ton dengan musim tanam dua sampai tiga kali per tahun. “Sedangkan sawah tadah hujan kemampuan produksi padi nya hanya dua ton per hektarnya, sebab 40 persen lahan sawah di Kabupaten Sijunjung masih lahan sawah tadah hujan,” ujarnya.

Sementara itu, kendala peningkatan produksi Padi diantaranya adalah 40% lahan masih tadah hujan, SDM petani masih rendah, ketersediaan pupuk tidak tepat waktu serta keterbatasan modal modal.

“Kendala tetap ada, dinas pertanian tetap memberikan dukungan kepada para petani agar terus meningkatkan hasil produksi yakni dengan memberikan bantuan alsintan, pembangunan dam parit, embung, jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, pendampingan teknis penyuluhan serta pelatihan dan  bimbingan teknis,” ujarnya

Selain mendorong petani memaksimalkan penggarapan sawah, pemberdayaan melalui petugas penyuluh juga menjadi penentu. “Bimbingan dan pembinaan dari penyuluh juga tetap dilakukan. Kami juga memberikan pembinaan ke petani melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing kecamatan,” tambahnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional