Close

Target Pelunasan PBB Masih Terkendala di Nagari Pauh Duo Nan Batigo

Edwardi.

SOLSEL, METRO–Pemerintahan Nagari Pauh Duo Nan Batigo (PD­NB), masih terkendala da­lam target percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga ma­syarakat. Hal tersebut disebabkan berbagai persoa­lan klasik yang selama ini terjadi, mulai dari data nama dan objek pajak sebagai mana yang tertera di Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

” Masih banyak ditemukan, objek pajak yang su­dah bertukar nama pemi­liknya dan ada juga objek pajak tersebut yang tidak ditemukan,” jelas Pj Wali Nagari PDNB Edwardi SPd, kemarin.

Selain itu, ada juga sebagian warga masyarakat yang belum paham atau tidak menerima besaran pajak yang harus mereka bayar, dengan alasan lahanya la yang kecil serta berbagai dalih lainnya. Persoalan tersebut Edwardi saat ini tengah di inventarisir dan akan dibawah dan dibawas pada rapat nagari serta dilaporkan ke kabupaten.

” Nanti akan ketemu titik terangnya. Apakah be­tul-betul data yang masih ada salah atau hanya sekedar dalih para wajib pajak sajak, ” jelas Edwardi.

Meski demikian, pihak­nya tetap mengoptimalkan perangkat nagari seperti empat orang Kepala Jo­rong yang ada di nagari untuk optimalisasi pungutan PBB tersebut. Selain itu, Edwardi yang baru saja diamanahi Bupati Solsel untuk memimpin nagari tersebut sejak tiga bulan lalu, juga tengah membenahi berbagai kegiatan atau persoalan yang terjadi di Nagari, dalam rangka mewujudkan pelayanan yang terbaik untuk ma­syarakat serta peecepatan pembangunan ekonomi masyarakat.

Sekaitan dengan program pemerintah dalam percepatan persoalan wabah Covid-19 melalui kegiatan Vaksinasi Covid-19, pihak Nagari bersama-sama dengan Bamus Nagari, lembaga yang ada Nagari untuk terus mendukung pelaksanaan vaksinasi yang diksanakan oleh jajaran Puskesmas Pekan Selasa.

Meski setiap jorong di­terget sebanyak 50 orang dari jumlah penduduk 3039 jiwa yang ada di nagari untuk divaksin sesuai ketentuan. Edwardi yang juga penghulu suku yang bergelar Datuak Tandewano telah melibatkan tokoh adat, agama dan tokoh masya­rakat lainnya untuk optimalisasi vaksinasi tersebut.

Artinya di berbagai ke­sempatan, pihaknya terus mensosialisasikan pada berbagai lapisan masya­rakat, tentang pentingnya melaksanakan vaksin co­vid-19 dalam rangka menjaga imun tubuh yang se­kaligus sebagai upaya memutus mata rantai pe­nyebaran wabah virus Covid-19, ” jelasnya. (*/afr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top