Close

Tantangan Pelayanan Publik makin Berat, Pemko Solok Luncurkan Aplikasi SILEK 

LAUNCHING SILEK— Wakil Wali Kota Solok Ramadhani melakukan launching peluncuran aplikasi SILEK.

Pemerintah Kota Solok meluncurkan aplikasi SILEK (Sistem Layanan Elektronik) Kota Solok. Tantangan bagi penyelenggara pelayanan publik dinilai semakin berat. Seperti diakui Wakil Wali Kota Solok Ramadhani saat ini tantangan bagi penyelenggara pelayanan publik tidak hanya soal rumitnya prosedur, korupsi, dan akuntabilitas. Namun tanpa disadari penyelenggara pelayanan publik juga mengalami tantangan globalisasi, peningkatan populasi penduduk, kemampuan daya saing, pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus mulai antisipatif dan responsif untuk menghadapi risiko tersebut. Digitalisasi yang perlahan mulai mengubah pola dan budaya kerja, harus mampu mulai kita terapkan secara positif untuk menggalakkan pemerintahan berbasis e-government yang moderen dan responsif,” tuturnya.

Katanya, aplikasi SILEK ini bentuk keseriusan Pemerintah Kota Solok dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memberikan informasi secara cepat dan tepat kepada masyarakat. Dan ini merupakan suatu inovasi yang luar biasa untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Dalam aplikasi SILEK ini lanjutnya terdapat 37 jenis pelayanan pembuatan dokumen bagi masya­rakat yang tentunya akan memberikan kecepatan pelayanan. Di antaranya memangkas waktu tunggu dalam pembuatan dokumen. Aplikasi ini sejalan dengan target bagi Pemerintah Kota Solok menjadi Smart City.

“Semoga terobosan dan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik terus berkembang dan menjadi budaya, serta menjadi inspirasi bagi unit layanan lainnya,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Kota Solok, Hendaukhtri dalam laporannya menjelaskan bahwa aplikasi SILEK ini hasil kerjasama DPMPTSP dengan Dinas Kominfo Kota Solok, dengan 37 jenis layanan yng disediakan pada SILEK, 36 jenis layanan merupakan layanan kesehatan.

“Tujuannya untuk mempermu­dah masyarakat dalam mengakses perizinan secara online, Memudahkan masyarakat berkomunikasi antara penyedia layanan dan pengguna layanan, Bisa diakses dimana saja menggunakan smartphone, serta agar masyarakat dapat informasi yang mudah dan transparan,” jelas Hen­daukhtri . (megi/vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top