Close

Tangguh Bencana, Kurangi Risiko Bencana di Padangpariaman

FOTO BERSAMA— Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Rudi Rahmad, berfoto bersama.

PDG.PARIAMAN, METRO–Program desa tangguh bencana merupakan salah satu program nasional ber­tujuan memperdayakan masyarakat desa ataupun kelurahan dalam menge­nali, mengurangi, dan me­ngen­dalikan risiko bencana yang terjadi. Hal tersebut disampaikan Asisten Tata Pemerintahan dan Kese­jahteraan Rakyat Sekre­tariat Daerah Kabupaten Padangpariaman, Rudi Rah­mad, kemarin, saat mem­buka pelatihan desa tang­gap bencana untuk Nagari Seulayat Ulakan dari BPBD Padangpariaman.

Dalam kesempatan ter­sebut Asisten 1 yang hadir mewakili Bupati Padang­pariaman menyampaikan bahwa Destana merupakan salah satu indikator kinerja utama pada RPJMD Pa­dang­pariaman 2021-2026.  Ia juga menyampaikan terpi­lihnya Nagari Seulayat Ula­kan karena terletak di pe­sisir pantai yang merupakan daerah rawan bencana. “Kita tidak mengharapkan bencana itu datang tetapi kita harus selalu siap seakan bencana itu akan datang setiap waktu, untuk itu pe­latihan Destana ini sangat penting bagi semua  Nagari terutama nagari termasuk salah satunya nagari seu­layat Ulakkan ini,” ujarnya.

Rudi menambahkan bah­wa program Destana dimaksudkan agar menja­dikan sebuah desa yang dapat terlatih jika sewaktu-waktu terjadi bencana dan dapat melakukan pemu­lihan dengan cepat.

Dengan dibentuk seba­gai desa tangguh bencana diharapkan desa dapat me­ngalokasikan dana desa untuk program penang­gulangan bencana sesuai dengan kebutuhan desa tersebut.  Hal tersebut me­nurutnya merupakan ama­nat Permendesa PDTT no 16 tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa dimana kesiapsiagaan meng­hadapi bencana alam dan konflik sosial;. “Program Destana merupakan amanat Permendesa PDTT No 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan da­na desa dimana ke­siap­siagaan menghadapi ben­cana alam dan konflik so­sial, serta penanganan bencana alam dan ben­cana sosial juga me­ru­pakan prioritas dalam peng­gunaan dana desa,” tutupnya mengakhiri.(efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top