Menu

Tangani Kasus Moge dengan Profesional, Polres Diapresiasi Kodim 0304/Agam

  Dibaca : 603 kali
Tangani Kasus Moge dengan Profesional, Polres Diapresiasi Kodim 0304/Agam
PENGHARGAAN—Dandim 0304/Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dani memberikan penghargaan kepada Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara karena menangani kasus Moge dengan profesional.

BUKITTINGGI, METRO
Polres Bukittinggi mendapat penghargaan atas keseriusan menangani kasus pengeroyokan oknum motor gede (Moge) yang viral di akhir Oktober lalu. Apresiasi itu datang dari unit Komando Distrik Militer (Kodim) 0304/Agam. “Kami memberikan penghargaan kepada Kapolres Bukittinggi dan jajarannya. Mengapresiasi karena telah menangani kasus penganiayaan secara bersama-sama ini secara profesional,” kata Dandim 0304/Agam Letkol Arh Yosip Brozti Dani saat memimpin upacara pemberian penghargaan itu di Mako Kodim, Senin (14/12).

Pihak Dandim, komit mengawal kasus pengeroyokan anggotanya oleh oknum klub moge Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter itu hingga tuntas. Sekaligus telah mempercayakan kasus tersebut diselesaikan oleh pihak berwenang, yakni kepolisian.

Adapun penghargaan yang diberikan berupa cinderamata kepada Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara dan piagam kepada penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi. “Ini untuk kinerja yang profesional dan cepat dalam penanganan kasus penganiyaan secara bersama-sama terhadap dua anggota Kodim,” ucap Letkol Yosip.

Selain itu, Dandim 0304/Agam juga menyerahkan piagam dan plakat kepada personil Satlantas Polres Bukittinggi, Brigadir Hafiz Basari atas upaya luar biasanya dalam melerai penganiayaan secara bersama-sama para penunggang moge.

Insiden pengeroyokan rombongan pengendara moge HOG Siliwangi Bandung Chapter, terhadap dua prajurit TNI anggota intel Kodim 0304 Agam, terjadi di Jalan Hamka, Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Jumat (30/10) pekan lalu.

Dalam kasus yang menyita perhatian publik luas itu, polisi menetapkan lima tersangka dengan seorang di antaranya tersangka anak berkonflik dengan hukum. Mereka adalah BS dan kawan-kawan dari anggota club moge.

Penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi bahkan telah menyerahkan barang bukti (BB) dan empat tersangka ke Kejari Bukittinggi, 26 November 2020. Pelimpahan tahap 2 ini menyusul berkas perkara mereka dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa.

Untuk proses selanjutnya, polisi pun menyerahkannya ke kejaksaan. Secara teknis, kini kewenangan sudah beralih ke jaksa penuntut umum untuk menyidangkan kasus tersebut. Untuk empat tersangka itu dijerat dengan pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 1e Jo 351 Jo 55 KUHP.

Satu tersangka lain yakni anak bawah umur berinisial “BS” (16) tahun yang juga termasuk salah satu dari lima tersangka pengeroyokan sudah divonis bersalah dalam sidang putusan, 3 Desember 2020. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bukittinggi, memvonis “BS” bersalah dan dihukum 3 bulan 15 hari kurungan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional