Close

Tangan Tangkis Parang, Pisau Tusuk Perut Lawan

UNGKAP PEMBUNUHAN— Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana memerlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban di Sungai Garinggiang, Padangpariaman, Jumat (17/7).

PARIAMAN, METRO
Polres Pariaman mengungkap motif dan kronologis tewasnya warga Sungai Garinggiang, Yushar (54) oleh RA (17), Kamis (9/7) lalu. Hal itu dungkap, Jumat (17/7) dalam pers rilis di Mapolres Pariaman. Ternyata, ada pengaruh narkoba jenis sabu (Methamphetamine) dalam kasus pembunuhan brutal itu.

Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana mengatakan, pelaku ditangkap tidak beberapa lama setelah menghabisi nyawa korban. Hanya selang waktu 12 jam pelaku ditemukan di rumah pamannya di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Ia mengatakan, kronologis peristiwa tersebut berawal dari pertemuan antara tersangka, korban dan satu orang teman mereka. Kemudian ketiganya membeli sabu, dimana tersangka RA meminjam uang kepada korban Yusra sebanyak Rp100 ribu.

Setelah mendapatkan sabu, RA pergi ke rumah orang tuanya untuk mengambil pisau yang akan digunakan sebagai pembuka bungkus sabu. Setelah sabu didapat, mereka mengisap sabu di salah satu kedai di kawasan Sungai Garinggiang.

Dikatakannya lagi, usai mengisap sabu mereka berpencar ke tempat masing-masing. Berselang beberapa jam, tersangka kembali mengajak temannya nyabu lagi.

“Nah tersangka ingin lagi mengisap sabu lalu menghubungi temannya. Karena mereka berdua tidak punya uang untuk beli sabu, keduanya merencanakan untuk mencuri sabu milik korban,” sebut Deny.

Tersangka dan temannya merencanakan mencuri sabu milik korban. Mereka melaju dengan motor menuju rumah korban. Sampai di rumah korban, teman tersangka meninggalkan tersangka sendirian di depan rumah korban.

“Saat itu tersangka secara diam-diam lewat ke belakang rumah korban dan masuk melalui pintu belakang untuk mencuri sabu. Belum beberapa langkah aksi tersangka diketahui korban,” jelas Kapolres.

Melihat tersangka masuk ke rumah diam-diam, korban marah dan mengusir tersangka. “Mereka cekcok setelah beberapa kali berdebat di depan rumah. Korban geram dan pergi ke belakang mengambil parang untuk menggertak tersangka dan terjadilah perkelahian,” sebut Deny.

Diketahui juga, dalam perkelahian itu korban menebas tersangka dengan parang namun tersangka menangkis tebasan itu dengan tangan kiri. Setelah itu pelaku mengeluarkan pisau yang diselipkan di pinggang celana dan menusuk korban di bagian perut serta bagian tubuh lainnya.

Korban tidak berdaya setelah mengalami empat kali luka tusukan dan sayatan pisau. Tidak sampai di situ, tersangka membenturkan kepala korban ke tanah dan menghentikan hal itu lantaran melihat warga menuju tempat perkelahian tersebut.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku bergegas menyembunyikan senjata parang korban di meja rumah korban sembari mencari sabu di kamar korban, namun pelaku tidak menemukannya. Kemudian korban meninggalkan rumah korban dan bersembunyi di ladang jagung warga.

Kata Deny, paginya pelaku pulang ke rumah orang tuanya lewat pintu belakang. Setiba di dalam kamarnya, pelaku langsung menyimpan pisau di atas loteng dan menyimpan baju di dapur.

“Setelah itu tersangka melarikan diri ke Maninjau, Tanjung Raya Kabupaten Agam, menuju rumah pamannya. Nah di sanalah tersangka berhasil kami tangkap,” ungkap Deny. (z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top