Menu

Tampung Aspirasi Masyarakat, Suhatri Bur: Pesta Demokrasi Sarat Hoaks

  Dibaca : 140 kali
Tampung Aspirasi Masyarakat, Suhatri Bur: Pesta Demokrasi Sarat Hoaks
JEMPUT— Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat sampai di lokasi untuk menjemput aspitrasi masyarakat Sungai Asam.

PDG.PARIAMAN, METRO
Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, menampung aspirasi masyarakat Kenagarian Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita yang marak di media sosial yang belum tentu kebenarannya (hoaks),” kata Suhatri Bur saat acara silaturahmi dengan jemaah Surau Cubadak Nagari Sungai Asam Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, kemarin.

Katanya, saat ini Padangpariaman melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman untuk periode lima tahun ke depan. Dalam pesata demokrasi tersebut berbagai informasi akan bermunculan, karena itulah ia meminta masyarakat jangan cepat percaya dengan informasi yang belum jelas.

Apalagi katanya, dalam pesta demokrasi saat ini akan banyak sekelompok orang tidak bertanggung jawab yang akan membenturkan antar kelompok. “Maka itu marilah kita menjaga hubungan silaturahmi yang baik walaupun kita ada berbeda pandangan,” ujarnya.

Kalaupun katanya, ada muncul berbagai informasi yang belum jelas hendaknya masyarakat mencari tahu duduk informasi tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab dalam informasi tersebut. “Karena kondisi sekarang berita hoax tersebut sangat cepat meluas,” ungkapnya.

Dikatakan, penyebar hoax juga lihai memilih isu untuk disebarkan. Berita-Berita Hoax cenderung memanipulasi emosi dan rasionalitas manusia, ketika perasaan lebih diutamakan maka di situlah hoax dapat ‘mengambil alih. Cara ini, meskipun tidak langsung, akan memaksa individu untuk bersimpati karena apabila tidak bersimpati maka si individu kemungkinan akan mendapat cap sebagai orang yang tidak berperasaan atau semacamnya.

Lebih jauh dikatakan, menghadapi hoax cek sumber dan darimana informasi yang didapatkan berasal, apabila sumber tidak diketahui maka periksa kebenaran dari isi beritanya. Berhati-hati pula dengan berita yang mencatut nama suatu lembaga, organisasi, atau instansi tertentu. Periksa kembali di situs resmi organisasi-organisasi tersebut.

Kemudian katanya, pahami konteks dalam berita, sering ada kutipan pernyataan baik dari orang yang diwawancara maupun sumber lainnya.
Selalu pahami apa yang dimaksud dalam kutipan tersebut serta konteks dalam pembicaraan yang ia lakukan. Hal tersebut dapat membantu Anda lebih memahami situasi sebelum mengomentarinya.

Selanjutnya, lihat seberapa sensasional beritanya, apabila suatu berita terlalu aneh untuk dipercaya, maka kemungkinan besar itu hoax.
Perhatikan pula narasi-narasi yang disajikan media, apakah narasinya hanya menyorot satu sisi atau tidak. Selain itu selalu pertanyakan apa tujuan dari penyebaran berita tersebut serta analisa siapa yang diuntungkan dengan adanya berita itu.

Bahkan katanya, perlu dicari sumber lain dan lakukan triangulasi informasi, yakni dengan cara mengecek berita yang sama dari sumber lainnya. Semakin sedikit sumber yang memberitakan hal itu, maka semakin besar kemungkinan bahwa berita tersebut hoax.

“Jangan disebarkan dan pastikan kebenaran dari berita tersebut sebelum anda menyebarkannya, karena bila tidak maka anda akan termasuk dalam rantai penyebar berita bohong atau hoax,” tandas Suhatri Bur. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional