Menu

Tampil Sebagai Pembicaraan Pada Munas BEM-SI, Kang Emil: Ladang Minyak Ditinggal Pertamina Agar Dikelola Pemda

  Dibaca : 103 kali
Tampil Sebagai Pembicaraan Pada Munas BEM-SI, Kang Emil: Ladang Minyak Ditinggal Pertamina Agar Dikelola Pemda
FOTO BERSAMA—Dr. H. Ridwan Kamil. ST M.U.D, foto bersama Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri SH. MH, Ir. Innsanul Kamil M.Eng Ph. D Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Dr. M. Aleras Mafarizi (Ketua Umum Islamic Young Economic Forum (ISYEF) serta M. Fajar Ahsanul (Kersu Ekonomi dan Ketenagakerjaan BEM SI) dan Alfian (Kordinator Pusat BEM SI). Masing-masing delegasi BEM SI se Indonesia.

PADANG, METRO
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan kunjungan ke Sumatera Barat. (Sumbar). Pada kesempatan itu, Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut didaulat menjadi pembicara di seminar nasional dan talk show kepada peserta MUNAS BEM se- Indonesia ke-XIV. Seluruh Indonesia (BEM-SI) di Auditorium Universitas Andalas (Unand), Padang. Selasa (30/3.

Kepada Presiden BEM dan perwakilan BEM berbagai Universitas se- Indonesia itu, Kang Emil menyampaikan bagaimana menciptakan dan menggunakan energi terbarukan. “Saya hadir di sini sebagai Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan di acara Munas BEM-SI ini,” katanya usai jadi pembicara.

Kang Emil menambahkan, sebagai pemimpin daerah penghasil energi ini, ia sedang memperjuangkan ladang minyak yang ditinggalkan oleh Pertamina.

“Keadilan yang sedang diperjuangkan, contoh ladang-ladang minyak yang ditinggalkan pertamina karena skalanya kecil, agar bisa dikelola oleh daerah. Mungkin kecil bagi pertamina namun berarti bagi daerah,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, ada Undang-undang energi terbarukan, di Indonesia baru 4 hingga 4,5 persen.

“Sisanya masih dari energi yang tidak ramah lingkungan, itu yang saya perjuangkan dengan hadir ke daerah-daerah dan membuka diri ke adik-adik mahasiswa. Kalau ada teman-teman BEM yang tertarik di klaster energi gabung di organisasi kami untuk menyuarakan energi di masa depan,” sebut Emil.

Kang Emil juga menyebutkan, potensi energi terbarukan yang ada di Sumbar, Ia mengatakan banyak sekali, seperti Unand yang mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PUTIH) dari sungai-sungai. “Itu bagus, sama seperti di Jabar sendiri juga sedang kita kembangkan di desa-desa energi yang mandiri, tidak bergantung pada PLN,” beber kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan ADPMET tersebut.

Disisi lain, Kang Emil yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan ADPMET tersebut, mengklaim dirinya merupakan gubernur pertama di Indonesia yang menggunakan mobil listrik. “Sampah di perkotaan kami kembangkan jadi energi listrik terbarukan dan saya merupakan gubernur pertama menggunakan mobil listrik,” ungkapnya

Saat ini, terang Ridwan, Gubernur serta Wakil Gubernur Prov. Jawa Barat yang memakai kendaraan dinas mobil yang memakai tenaga listrik. “Serta Patroli Pengawalan (Patwal) juga memakai tenaga listrik. Membangun tenaga listrik di atas matahari dengan metode solar sel yang berada di sungai.” katanya.

Kemudian, Ia menjelaskan pemerintah masih mengandalkan hasil bumi melalui cadangan minyak. “Cadangan minyak di Indonesia masih banyak, seperti gas. Tapi selama 50 tahun belakangan, penggunaan (energi) fosil itu sudah berkurang,” katanya.

Ditegaskan Kang Emil saat inu fokus dalam pengembangan energi terbarukan, seperti energi kerakyatan yang artinya terjangkau oleh masyarakat dan energi bersih yang tidak mencemari lingkungan. “Saat ini Jabar sudah mulai membangun pembangkit listrik tenaga matahari di atas air (solar cell), ini sebagai salah satu implementasi energi terbarukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Ir Innsanul Kamil M.Eng Ph. D yang juga tampil sebagai pemateri seminar nasional BEM se-Indonesia yang bertajuk “ Kontribusi Mahasiswa dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional untuk menjaga Stabilitas Perekonomian menuju Era Society 5.0 “ mengatakan, Kinerja negara mana pun, dalam upaya mencapai SDGs, sebagian besar bergantung pada pemimpin. “Kepemimpinan dan manajemen yang inovatif menjadi penting bagi organisasi di semua sektor di seluruh dunia untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan ke dalam rencana strategis dan kegiatan operasional untuk mewujudkan aspirasi dunia pada tahun 2030 sesuai tujuan SDGs.” katanya.

Mantan Dekan Fakultas Teknik Unand itu menyebutkan, Kepemimpinan untuk mencapai tujuan SDGs harus mempunyai atribut-atribut. “Adaptif, fleksibel, memperbarui diri, tangguh, belajar, cerdas” (Lai, 2011). Untuk mencapai SDGs, pemimpin harus mengelola sumber daya, menjadi visioner dan etis, dan fokus pada tujuan jangka panjang tanpa mengorbankan nilai dan prinsip.” sebutnya.

Selain itu, katanya, pemimpin harus dimotivasi oleh visi untuk mencapai tujuan di tengah faktor lingkungan yang terus berubah dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam proses tata kelola.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Dr. H. Ridwan Kamil. ST M.U.D disambut oleh Rektor Universitas Andalas ( Unand) Prof. Dr. Yuliandri SH. MH, Ir. Innsanul Kamil M.Eng Ph. D Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Dr. M. Aleras Mafarizi (Ketua Umum Islamic Young Economic Forum (ISYEF) serta M. Fajar Ahsanul (Kersu Ekonomi dan Ketenagakerjaan BEM SI) dan Alfian (Kordinator Pusat BEM SI). Masing-masing delegasi BEM SI se Indonesia. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional