Menu

Tambang Emas Ilegal Lubuk Ulang Aling Dibakar

  Dibaca : 2020 kali
Tambang Emas Ilegal Lubuk Ulang Aling Dibakar
TAMBANG DIBAKAR— Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama Polres Solsel membakar tambang emas ilegal di Nagari Lubuk Ulang Aling Indung, Kecamatan Sangir Batang Hari.

SOLSEL, METRO
Menindaklanjuti pemberitaan headline koran POSMETRO edisi Rabu 10 Juni 2020 yang berkaitan dengan pembalakan liar dan tambang emas ilegal di Nagari Lubuk Ulang Aling Induk, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama jajaran Polres Solsel langsung melakukan penindakan.

Tim gabungan turun ke lokasi mulai hari Kamis (11/6) melakukan penyisiran. Pada hari pertama, tim tidak menemukan adanya aktivitas pembalakan liar. Dari keterangan warga setempat, diperoleh informasi kalau penebangan kayu di lokasi itu sudah berhenti sejak sebelum puasa dan alat berat sudah dikeluarkan dari lokasi.

Penyisiran kembali dilanjutkan, Jumat (12/6). Tim gabungan melakukan penyisiran di aliran sungai Batang Sipotar, Nagari Lubuk Ulang Aling Induk menggunakan angkutan sungai atau kapal timpek. Selama 30 menit perjalanan, tim menemukan dua lokasi penambangan emas ilegal dalam kondisi tidak beroperasi.

Di lokasi, petugas menemukan dua lubang tambang emas ilegal, 4 titik pondok tempat tinggal pekerja tambang, 37 unit alat gerondong terbuat dari besi, 4 unit mesin diesel, satu unit mesin Fuso, 4 unit dinamo, 15 unit mesin blower, dan 6 unit mesin domfeng.

Tim gabungan pun langsung memusnahkan pondok-pondok dan semua peralatan tambang emas ilegal itu dengan dibakar. Sementara, lubang tambang ditimbun. Setelah dilakukan pemusnahan, tim gabungan meninggalkan lokasi. Semetara, terkait temuan tambang emas itu, Polda akan terus melakukan penyelidikan terkait siapa pemilik ataupun pemodal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar AKBP Arly Jembar Jumhana mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim ke Nagari Lubuk Ulang Aling bersama jajaran Polres Solsel selama dua hari. Hasil pengecekan, dipastikan aktivitas pembalkan liar tidak ada lagi dan sebelum puasa sudah berhenti.

“Tetapi, tim menemukan dua titik lokasi penambangan emas ilegal. Namun, saat tim datang, kondisinya tidak beroperasi dan tidak ada satupun pekerja di sana. Hanya ada lubang, pondok-pondok dan berbagai peralatan yang berkaitan dengan penambangan emas,” kata Arly kepada wartawan, Jumat (12/6).

Ditegaskan Arly, terkait temuan tambang emas, sudah langsung ditertibkan. Karena lokasi tersebut medannya sangat sulit ditempuh, barang bukti tambang emas ilegal itu tidak bisa dibawa untuk diamankan. Sehingga, dilakukan pemusnahan di tempat dengan membakarnya, sedangkan lubang tambang ditutup.

“Tidak ada ditemukan pekerja di lokasi. Dari keterangan saksi-saksi, informasinya, para pekerja tambang emas ilegal yang berasal dari luar Sumbar belum kembali ke lokasi sejak Lebaran. Meski begitu, kita tetap lakukan tindakan tegas dengan membakar barang bukti itu sehingga tidak bisa lagi digunakan,” tegas Arly.

Arly menjelaskan, setelah penindakan tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk melalukan pengawasan. Jika menemukan adanya aktifitas tambang emas ilegal atau pembalakan liar, silahkan lapor dan pasti akan ditindaklanjuti dengan penegakan hukum.

“Pengawasan kami serahkan kepada masyarakat di sana untuk mengontrol, serta Polres Solok Selatan dan Polsek ataupun Bhabinkamtibmas. Kalau memang nantinya masih ada aktifitas tambang emas ilegal itu, jangan segan-segan untuk melapor ke kita,” ujar Arly.

Sementara itu, Jamilus Datuk Panji Alam, selaku Niniak Mamak dan tokoh masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada aprat Kepolisian khususnya Polda Sumbar dan Polres Solok Selatan, atas penindakan kegiatan tambang emas ilegal di Nagari Lubuk Ulang Aling Induk.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih Bapak Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan jajaran yang telah menindak tambang emas ilegal ini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkap perwakilan masyarakat, Eriyanto. Menurutnya, penindakan yang dilakukan oleh Polda Sumbar dan Polres Solok Selatan sudah sangat dinatikan oleh masyarakat. Selama ini, masyarakat sangat resah dengan aktifitas ilegal di atas tanah ulayat yang dirampas oleh pihak-pihak yang bukan warga Nagari Lubuk Ulang Aling.

“Kita sangat berterima kasih kepada Polda Sumbar dan Polres Solsel bergerak cepat melakukan penindakan. Tadi, dua lokasi tambang ilegal sudah dimusnahkan dan dibakar.
Semoga dapat memberikan efek jera dan tanah ulayat bisa dikelola oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, masyarakat Kenagarian Lubuk Ulang Aling Induk, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solsel meminta Polda Sumbar untuk menindaklanjuti laporan tindak pidana pembalakan liar dan tambang emas tanpa izin serta perampasan hak atas tanah ulayat. Apalagi, laporan sudah dibuat sejak bulan Januari lalu. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional