Close

Tambang Emas Ilegal Digerebek di Solsel, Polisi Sita Alat Berat dan Berbagai Peralatan

PERLIHATKAN BUKTI— Polisi memperlihatkan barang bukti alat berat yang disita dari penggerebekan tambang emas ilegal di Solsel.

SOLSEL, METRO–Tindaklanjuti laporan dari masyarakat, Tim Satreskrim Polres Solok Selatan menggerebek  tambang emas tanpa izin alias ilegal yang sedang beroperasi di lereng bukit aliran Sungai Batang Ligawan Keca­ma­tan Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan.

Dalam penggerebekan itu, petugas menangkap empat orang pelaku ke­giatan tambang emas ile­gal dan menyita satu unit alat berat jenis excavator merek Sany. Selain itu, petugas juga menga­man­kan berbagai peralatan yang dipakai untuk me­nambang emas.

Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara, melalui Wa­ka Polres Kompol Yonnis Fendri dan Kasat Reskrim Iptu Sudirman mengata­kan, penegakan hukum yang dilakukan berdasar­kan laporan dari masya­rakat tentang adanya ke­giatan tambang ilegal di lereng bukit aliran Sungai Batang Ligawan, Kecama­tan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.

“Kami kemudian mene­lusuri kebenaran laporan tersebut mendatangi lokasi yang dilaporkan masya­rakat. Dan benar saja sete­lah melakukan perjalanan selama dua hari, petugas berhasil menemukan loka­si kegiatan tambang emas tersebut lalu kemudian me­lakukan penindakan,” ka­ta Iptu Sudirman saat  kon­ferensi pers, Rabu (26/10).

Dari hasil penindakan tersebut, dikatakan Iptu Sudirman, pihaknya berha­sil mengamankan 4 orang pelaku antara lain DF (21) operator excavator, AE (48) manager lapangan, TH (25) knek excavator dan RM (47) anggota asbuk.

“Selain keempat pela­ku, petugas juga menga­mankan satu unit alat berat jenis excavator merek Sa­ny warna kuning, satu unit mesin dompeng, satu lembar karpet penyaring emas, satu potong selang air, satu potong selang spiral dan satu potong selang gabang yang digunakan oleh pelaku untuk mela­kukan penambangan emas ilegal,” ujar Iptu Sudirman.

Atas perbuatannya, di­te­gaskan Iptu Sudirman, pelaku dijerrat pasal 158 undang undang no 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang undang no 4 tahun 2009 tentang per­tambangan mineral dan batu bara. Dimana setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana yang dimak­sud pasal 35 dipidana de­ngan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 miliar.

“Sedangkan untuk pe­laku dan barang bukti pada saat ini kami amankan di Mapolres Solok Selatan guna dilakukan pemerik­saan lebih lanjut oleh Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Solok Selatan,” tegas Iptu Sudirman.

Sementara, Dirreskrim­sus Polda Sumbar Kombes Pol Adip Rojikan menga­takan, pihaknya bekerja sama dengan Polres Solok Selatan untuk melakukan penegakan hukum terha­dap para pelaku penam­bangan ilegal. Menurut­nya, lokasi tambang terse­but berada sangat jauh dari permukiman.

“Untuk menuju lokasi tambang ilegal ini butuh waktu dua hari. Saat dige­rebek, tim gabungan mene­mukan empat orang pelaku itu sedang bekerja me­nambang emas menggu­nakan alat berat ekska­vator. Saat itu juga dilaku­kan penegakan hukum. Ada empat orang pelaku dan alat berat serta berba­gai peralatan yang dia­man­kan,” tutupnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top