Menu

Tambang Emas Ilegal di Batang Sinamar Digerebek

  Dibaca : 618 kali
Tambang Emas Ilegal di Batang Sinamar Digerebek
PERLIHATKAN BUKTI— Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto didampingi PS Kasubdit IV Ditreskrimusus Kompol Bendot Dwi Prasetio dan Kasubdit Gakkum Ditlantas AKBP Dian Nugraha memperlihatkan bukti penangkapan tambang emas ilegal.

PADANG, METRO
Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar menggerebek tambang emas tak berizin alis ilegal di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) aliran sungai Batang Sinamar, Kampung Kalo-Kalo, Jorong Siroja, Kenaragarian Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanahdatar.

Parahnya, tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat ekskavator tersebut berkedok menambang batu dan pasir yang digunakan untuk pembangunan PLTMH. Bahkan, penambangan emas ilegal tersebut sudah beroperasi sejak satu bulan belakangan sehingga membuat masyarakat setempat resah.

Saat penggerebekan, petugas mengamankan lima orang yang memiliki peran berbeda. Tersangka AK (50) selaku pemilik lahan, AA (58) berperan sebagai mandor, YN (35) berperan sebagai operator alat berat (ekskavator), S (43) sebagai oeprator mesin dompeng dan PS (26) sebagai operator box pendulang emas.

Tidak hanya mengamankan lima tersangka, petugas juga menyita satu unit ekskavator yang digunakan untuk mengeruk material mengandung emas, satu unit mesin dompeng, satu unit box pengayak atau pendulang emas dan satu unit truk jenis dump untuk mengangkut material pasir mengandung emas.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto didampingi Pejabat Sementara (PS) Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar Kompol Kompol Bendot Dwi Prasetio dalam jumpa pers online mengatakan, penggerebekan tambang emas ilegal tersebut berawal dari informasi masyatakat setempat yang mulai resah karena menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Menindaklanjuti laporan itu, Subdit IV Ditreskrimsus kemudian melakukan penyelidikan. Saat melakukan penggerebekan, ditemukan aktivitas pertambangan yang dilakukan lima orang. Waktu ditangkap, mereka sedang melakukan aktivitas layaknya pertambangan. Ada yang menjalankan ekskavator, mengayak emas,” kata Kombes Pol Satake Bayu, Rabu (8/4).

Kombes Pol Satake menjelaskan, lima orang tersangka yang ditangkap memiliki peran berbeda. Ada yang sebagai pemilik lahan, mandor, operator alat berat dan mesin dompeng serta operator box pengayak emas. Selain itu, ekskavator, truk jenis dump, mesin dompeng dan alat pengayak emas ikut diamankan untuk dijadikan barang bukti.

“Berbagai peralatan yang kita sita semuanya dititipkan di Polsek setempat. Sementara lokasi penambangan ilegal, sudah dipasang garis polisi (police line). Mereka diketahui sudah beroperasi sejak sebulan belakangan dengan luas lahan yang sudah digarap sekitar satu hektare,” jelas Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, dari hasil penyidikan, mereka melakukan penambangan tanpa izin dengan modus menambang batu dan pasir. Tetapi, pada saat menambang itu, mereka menemukan pasir yang mengandung emas, sehingga mereka kemudian beralih menambang emas lantaran lebih menguntungkan.

“Jadi awalnya itu mereka nambang pasir dan batu yang peruntukannya untuk membangun PLTMH. Tetapi lokasi penambanhan mereka itu tidak memiliki izin. Malahan, selain menambang pasir dan batu, mereka juga menambang emas,” ujar Kombes Pol Satake Bayu.

Kombes Pol Satake menegaskan, terhadap lima orang yang diamankan, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan kelima orang tersebut sudah dilakukan penahanan di Mapolda Sumbar. Dengan adanya penindakan aktivitas penambangan ilegal, membuntikan Polda Sumbar komitmen untuk memberantasnya.

“Terhadap para tersangka, akan dijerat UU no 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Pasal 158 subsider Pasal 160 ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP Pidana,” pungkas Kombes Pol Satake Bayu. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional